Cegah Anak Kecanduan HP, DWP Diskominfo Ciamis Edukasi Siswa TK

4 Sep 2026, 11.28 WIB
WhatsAppSaluran
Cegah Anak Kecanduan HP, DWP Diskominfo Ciamis Edukasi Siswa TK
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ciamis melakukan edukasi mencegah ketergantungan anak terhadap gawai di Sekolaj TK dan RA Ulil Albab 2, Dusun Cileueur, Desa Tanjungsukur, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Kamis 3/9/2026.CameraDiskominfo

Gentra.id-CIAMIS — Layar telepon genggam memang kecil, tetapi bagi anak-anak, dunia yang ada di dalamnya bisa begitu besar. Video, permainan, hingga berbagai konten digital dengan mudah menarik perhatian mereka. Tak jarang, ketika gawai diambil, tangisan hingga tantrum menjadi respons yang muncul.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ciamis. Upaya mencegah ketergantungan anak terhadap gawai pun dimulai sejak usia dini melalui kegiatan edukasi langsung di lingkungan sekolah.

Kegiatan bertajuk “DWP Mengajar” itu menyasar anak-anak usia 4 sampai 6 tahun di RA Ulil Albab 2, Dusun Cileueur, Desa Tanjungsukur, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Kamis 3/9/2026.

Sekitar 40 anak mengikuti kegiatan yang mengangkat tema “Bijak Menggunakan Gawai” tersebut. Ketua DWP Diskominfo Kabupaten Ciamis, Erna Enda, bersama anggota DWP lainnya hadir memberikan edukasi kepada para peserta didik.

Kepala Diskominfo Kabupaten Ciamis, Enda Hidayat, beserta jajaran juga turut mendampingi kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperkenalkan penggunaan teknologi secara sehat kepada anak sejak usia dini.

Di hadapan anak-anak, materi disampaikan dengan pendekatan sederhana. Mereka dikenalkan pada apa itu gawai sekaligus aturan dasar ketika hendak menggunakannya.

Salah satu pesan yang ditekankan adalah anak harus meminta izin kepada ayah dan ibu sebelum menggunakan telepon genggam.

Pesan tersebut terdengar sederhana. Namun, bagi anak usia dini, kebiasaan meminta izin menjadi langkah awal untuk membangun batas dalam penggunaan teknologi.

Anak juga diperkenalkan pada pentingnya membatasi waktu menatap layar. Dalam kegiatan tersebut, penggunaan gawai disarankan sekitar 15 hingga 30 menit dalam sehari agar anak tidak terlalu lama berada di depan layar dan kesehatan mata tetap terjaga.

Persoalan penggunaan gawai pada anak memang bukan perkara sederhana. Di satu sisi, teknologi dapat menjadi sarana belajar dan hiburan. Namun di sisi lain, penggunaan tanpa batas dapat membuat anak semakin sulit berpisah dari layar.

Tanda-tandanya bahkan bisa terlihat dari hal kecil di rumah. Anak yang sebelumnya mudah diajak bermain atau belajar dapat berubah menjadi rewel ketika akses terhadap HP dihentikan. Dalam kondisi tertentu, tantrum menjadi bentuk protes karena anak kehilangan aktivitas yang sudah menjadi kebiasaan.

Fenomena semacam itu menjadi salah satu alasan DWP Diskominfo Ciamis memilih sekolah sebagai ruang edukasi. Anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi perlu dikenalkan sejak awal bahwa gawai memiliki aturan dan batas penggunaan.

Pendekatan tersebut juga menempatkan orang tua sebagai bagian penting dalam pengawasan. Anak usia 4 sampai 6 tahun tentu belum memiliki kemampuan penuh untuk memilah konten digital secara mandiri.

Karena itu, pembiasaan penggunaan gawai tidak cukup hanya dilakukan di sekolah. Kebiasaan yang diperkenalkan kepada anak harus diteruskan di rumah melalui pendampingan orang tua.

Orang tua dapat membuat aturan sederhana, seperti menentukan kapan anak boleh menggunakan HP, berapa lama waktunya, serta memastikan konten yang ditonton sesuai dengan usia anak.

Persoalan pengawasan menjadi semakin penting karena gawai saat ini memberikan akses yang sangat luas terhadap internet. Tanpa pendampingan, anak dapat berpindah dari satu konten ke konten lainnya hanya dengan beberapa sentuhan pada layar.

Sebelumnya, perhatian terhadap penggunaan HP oleh anak juga pernah mengemuka di Kabupaten Ciamis dalam konteks perlindungan anak dari berbagai risiko dunia digital. Pengawasan keluarga dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah anak terpapar konten maupun aktivitas digital yang berbahaya.

Namun, mencegah ketergantungan gawai bukan berarti menjauhkan anak sepenuhnya dari teknologi.

Justru, anak perlu diajarkan bagaimana menggunakan teknologi secara bijak.

Gawai dapat dimanfaatkan untuk mencari informasi, belajar mengenal huruf dan angka, mendengarkan cerita edukatif, atau menikmati tayangan yang sesuai usia. Persoalannya bukan semata-mata pada keberadaan HP, melainkan bagaimana teknologi tersebut digunakan.

Di sinilah edukasi sejak usia dini menjadi penting.

Melalui kegiatan DWP Mengajar, anak-anak diharapkan mulai memahami bahwa HP bukan sesuatu yang harus selalu berada di tangan. Ada waktu untuk melihat layar, tetapi ada pula waktu untuk bermain, belajar, bergerak, berbicara dengan teman, serta berinteraksi langsung dengan keluarga.

Bagi anak-anak di RA Ulil Albab 2, pesan itu mungkin disampaikan melalui bahasa yang sederhana. Namun kebiasaan kecil yang dibangun sejak sekarang dapat menjadi bekal ketika mereka tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Sebab, tantangan bagi orang tua hari ini bukan lagi sekadar bagaimana mengenalkan teknologi kepada anak. Tantangannya adalah bagaimana memastikan teknologi tetap menjadi alat yang membantu tumbuh kembang anak, bukan justru mengambil alih masa kanak-kanak mereka.

DWP Diskominfo Ciamis pun memilih bergerak dari lingkungan pendidikan paling dasar. Dari ruang kelas TK dan RA, pesan tentang penggunaan gawai yang sehat ditanamkan sebelum kebiasaan terhadap layar semakin sulit dikendalikan.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi, anak-anak memang tidak mungkin sepenuhnya dipisahkan dari dunia digital. Tetapi mereka masih bisa diajarkan untuk mengenal batas.

Dan batas itu, seperti pesan yang dibawa dalam kegiatan tersebut, dapat dimulai dari hal sederhana: meminta izin sebelum menggunakan HP dan mengetahui kapan waktunya meletakkan gawai.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.