
Gentra.id-lSINGAPARNA – Senin pagi, 24 Agustus 2026, menjadi momen istimewa bagi dua pelajar asal Kabupaten Tasikmalaya. Di hadapan peserta apel dan jajaran Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, nama mereka disebut sebagai bagian dari generasi muda yang berhasil mengharumkan daerah di panggung olahraga pelajar tingkat nasional.
Keduanya adalah Nafal Raya Tri Shindid, pelajar SMP Negeri 1 Rajapolah, dan Fathir Hadiyan Faturrahman, pelajar SD Negeri 5 Manonjaya. Keduanya menerima penghargaan dari Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, atas prestasi yang diraih dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Nasional 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian apel pagi yang dipimpin Bupati Tasikmalaya di halaman Kantor Setda komplek Gebu Singaparna Tasikmalaya
Bagi Nafal, perjalanan menuju podium nasional berbuah dua medali sekaligus. Ia berhasil meraih medali emas cabang olahraga renang putra kategori 50 meter gaya punggung.
Tak berhenti di sana, Nafal juga membawa pulang medali perak nomor 50 meter gaya kupu-kupu.
Dua capaian tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras di lintasan renang tidak berhenti pada latihan berulang, tetapi dapat membawa nama sebuah sekolah dan daerah hingga ke tingkat nasional.
Sementara itu, Fathir Hadiyan Faturrahman mencatat prestasi melalui cabang senam artistik serba bisa putra. Pelajar SD Negeri 5 Manonjaya itu berhasil menyabet medali perak dalam kompetisi tingkat nasional tersebut.
Dua nama itu kemudian menjadi perhatian dalam apel pagi Pemkab Tasikmalaya. Pemerintah daerah memberikan apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas prestasi, kerja keras, sekaligus semangat sportivitas yang telah mereka tunjukkan.
Prestasi tersebut juga menjadi pesan bahwa pembinaan olahraga pelajar di daerah memiliki ruang untuk berkembang ketika mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Cecep berharap pencapaian Nafal dan Fathir tidak berhenti sebagai catatan prestasi semata. Medali yang mereka bawa pulang diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi pelajar lainnya untuk berani mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi yang lebih tinggi.
“Teruslah berlatih, junjung tinggi sportivitas dan jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk meraih keberhasilan yang lebih besar di masa mendatang,” ujar Cecep.
Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa prestasi olahraga tidak lahir dalam semalam. Ada latihan, disiplin, dukungan keluarga, sekolah, pelatih, serta keberanian seorang anak untuk terus mencoba dan bertanding.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan generasi muda, khususnya di bidang olahraga.
Pembinaan tersebut diarahkan melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, pelatih, orang tua, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan potensi anak.
Di balik dua medali yang kini dibawa pulang ke Tasikmalaya, ada cerita tentang dua pelajar yang memilih berjuang melalui bidang yang mereka tekuni.
Nafal dengan kekuatan kayuhan di lintasan renang. Fathir dengan kelenturan dan ketepatan gerakan di arena senam.
Keduanya telah menunjukkan bahwa panggung nasional bukan sesuatu yang terlalu jauh bagi pelajar dari daerah.
Medali emas dan dua medali perak itu kini bukan sekadar penghargaan. Ia menjadi penanda bahwa dari ruang-ruang latihan di sekolah dan daerah, mimpi untuk berdiri di podium nasional bisa benar-benar diwujudkan.
Dan perjalanan itu belum selesai. Justru, dari podium tersebut, tantangan berikutnya dimulai: terus berlatih, menjaga sportivitas, dan membuktikan bahwa prestasi hari ini dapat menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

ISBI Bandung Bersiap Bangun Kampus di Pangandaran, Pemkab Diminta Tambah Hibah Lahan

Jambore Nasional Overlanding 2026, Saat Tasikmalaya Membuka Jalan Promosi Wisata dari Balik Kemudi

Dua Pelajar Kabupaten Tasikmalaya Bawa Pulang Medali O2SN Nasional 2026

Bermodal 6 Barcode dan Blind Van, Pria Tasikmalaya 3 Tahun Kuras Pertalite untuk Dijual ke Garut

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami Jadi Dewi Siti Samboja, Grogi di Panggung Pertama
