Desil Bansos Berubah? Jangan Panik, Ada Ruang Sanggah, Ini Penjelasannya

12 Sep 2026, 12.38 WIB
WhatsAppSaluran
Desil Bansos Berubah? Jangan Panik, Ada Ruang Sanggah, Ini Penjelasannya
Ilustrasi warga mengecek status desil bantuan sosial melalui layanan Cek Bansos. Masyarakat dapat mengajukan usul atau sanggah apabila data dalam DTSEN dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.CameraGentra.id/AI

Gentra.id-Jakarta - Sebuah angka yang muncul di layar ponsel bisa membuat penerima bantuan sosial bertanya-tanya. Desil yang sebelumnya berada pada kelompok bawah tiba-tiba berubah. Kekhawatiran pun muncul: apakah bantuan sosial akan langsung dihentikan? Jawabannya tidak sesederhana itu.

Pemerintah menegaskan bahwa perubahan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak otomatis membuat seseorang kehilangan bantuan sosial. Data kesejahteraan bersifat dinamis dan terus diperbarui karena kehidupan masyarakat juga terus berubah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bahkan mengingatkan bahwa desil merupakan sebuah pemeringkatan relatif.

“Ini adalah pemeringkatan relatif karena setiap hari data ini dinamis sekali.” ungkapnya

Ia menjelaskan, perubahan dapat terjadi karena berbagai peristiwa dalam kehidupan masyarakat, mulai dari kelahiran, kematian, perpindahan tempat tinggal, pernikahan hingga perubahan kondisi ekonomi.

Karena itu, angka desil sebaiknya tidak dibaca sebagai cap permanen terhadap kondisi ekonomi seseorang.

Desil Bukan Ukuran Tunggal Kemiskinan

Dalam DTSEN terdapat 10 kelompok desil. Desil 1 merupakan kelompok 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sementara desil 10 berada pada posisi relatif paling tinggi.

Namun, desil bukan sekadar melihat berapa rupiah pendapatan seseorang.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, desil merupakan posisi relatif sebuah keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi.

“Angka desil perlu dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga.” jelasnya

Artinya, keluarga yang berada pada desil tertentu tidak otomatis mempunyai pendapatan atau kondisi kehidupan yang persis sama dengan keluarga lain dalam kelompok tersebut.

Pemeringkatan mempertimbangkan berbagai karakteristik, antara lain kondisi rumah, sumber air minum, energi untuk memasak, kepemilikan aset, listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan dan disabilitas. BPS menggunakan pendekatan statistik Proxy Means Test (PMT) dalam memperkirakan tingkat kesejahteraan relatif keluarga.

Di sinilah pentingnya memahami desil secara utuh.

Satu perubahan indikator tidak serta-merta membuat seseorang meloncat dari satu desil ke desil lain. Sebab, seluruh karakteristik sosial ekonomi diperhitungkan secara bersama-sama.

Ketika Data Tidak Sesuai Kondisi Sebenarnya

Persoalan muncul ketika data yang tersimpan belum menggambarkan keadaan keluarga saat ini.

Misalnya, kondisi pekerjaan berubah, anggota keluarga bertambah atau berkurang, tempat tinggal berpindah, atau keadaan ekonomi keluarga mengalami perubahan signifikan.

Dalam situasi seperti itu, masyarakat tidak harus berhenti pada keluhan.

Pemerintah membuka mekanisme usul dan sanggah sebagai ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi apabila data yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Kanal yang tersedia antara lain aplikasi Cek Bansos, pemerintah desa atau kelurahan melalui operator SIKS-NG, serta kanal pengaduan Kemensos.

Melalui aplikasi Cek Bansos, warga dapat memeriksa data menggunakan NIK, melihat posisi desil, kemudian mengajukan usul atau sanggah apabila menemukan ketidaksesuaian.

Namun ada satu hal penting: pengajuan sanggah tidak berarti desil langsung berubah.

Data yang disampaikan masyarakat tetap harus melalui proses verifikasi, pemutakhiran, kemudian dilakukan penghitungan atau pemeringkatan kembali sesuai mekanisme yang berlaku.

Bansos Tidak Langsung Dicoret

Kekhawatiran lain yang banyak muncul adalah anggapan bahwa ketika desil berubah, bantuan sosial otomatis berhenti.

Mensos Saifullah Yusuf menegaskan anggapan tersebut tidak tepat.

“Kalau ditemukan ada desil yang kurang tepat, bukan berarti kemudian bansosnya langsung dicoret. Masih ada masa sanggah dan masa pemutakhiran untuk penyaluran berikutnya.” ungkapnya

Penetapan penerima bantuan juga dilakukan secara berkala. Untuk sejumlah program seperti PKH dan bantuan sembako, pemutakhiran dilakukan setiap tiga bulan. Karena itu, perubahan data pada satu periode tidak bisa langsung disamakan dengan keputusan final terhadap penyaluran bantuan berikutnya

Mekanisme ini sekaligus memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memastikan bahwa data yang digunakan pemerintah benar-benar mendekati kondisi di lapangan.

DTSEN Terus Bergerak

Besarnya pekerjaan pemutakhiran data terlihat dari skala DTSEN. BPS mencatat DTSEN Versi 3 per 10 Juli 2026 mencakup sekitar 290,13 juta data individu dan 95,98 juta data keluarga. Data tersebut terus diperbarui melalui berbagai sumber, termasuk data administrasi pemerintah, sensus dan survei, pemutakhiran kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, pengecekan lapangan serta informasi dari masyarakat.

Perkembangan terbaru juga menunjukkan bahwa pemutakhiran data bukan sekadar persoalan mengurangi penerima bantuan.

Kemensos mencatat sekitar 4,3 juta Keluarga Penerima Manfaat baru masuk dalam daftar penerima bansos setelah penggunaan DTSEN. Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis, Andy Kurniawan, mengatakan masukan dan temuan kesalahan di lapangan ikut direspons dalam proses pemutakhiran.

“Semua masukan dari media kita respons dan langsung kami tindak lagi sebagai bagian dari pemutakhiran,” ujar Andy.

Fakta tersebut memperlihatkan bahwa pemutakhiran data memiliki dua arah: menemukan mereka yang ternyata sudah tidak sesuai sasaran, sekaligus membuka peluang bagi keluarga yang sebelumnya terlewat untuk masuk dalam sasaran bantuan.

Jangan Hanya Percaya Informasi dari Media Sosial

Bagi masyarakat, langkah paling aman adalah memeriksa sendiri status desil melalui kanal resmi sebelum menyimpulkan bahwa bantuan akan dihentikan.

Warga dapat mengecek data melalui situs Cek Bansos Kemensos menggunakan NIK sesuai KTP. Jika terdapat ketidaksesuaian, pengajuan usul atau sanggah dapat dilakukan melalui aplikasi, pemerintah desa/kelurahan, maupun kanal pengaduan yang disediakan pemerintah.

Yang juga penting, jangan mengirim data pribadi seperti NIK, foto KTP atau dokumen keluarga kepada akun atau nomor yang tidak jelas hanya karena menawarkan bantuan mengubah desil.

Desil bukan angka yang berdiri sendiri. Ia merupakan hasil pemeringkatan relatif dari sejumlah informasi sosial ekonomi yang dapat berubah mengikuti keadaan masyarakat.

Karena itu, ketika angka tersebut berubah, yang paling penting bukan panik, melainkan memeriksa, memahami, dan mengoreksi jika memang terdapat kesalahan.

Pada akhirnya, kualitas bansos tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang disiapkan pemerintah. Ketepatan sasaran juga sangat bergantung pada seberapa dekat data negara dengan kehidupan nyata masyarakat.

Dan di antara jutaan data tersebut, setiap keluarga memiliki cerita yang bisa berubah dari waktu ke waktu

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.