
Gentra.id-TASIKMALAYA – Menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, lantunan shalawat akan mengambil ruang di tengah hiruk-pikuk Kota Tasikmalaya. Bukan hanya melalui pengajian atau majelis, tetapi juga lewat tabuhan rebana dan suara kelompok hadroh yang akan mempertemukan para pegiat seni Islami dalam sebuah perlombaan.
GP Ansor Kota Tasikmalaya bersama Maxim menggelar Technical Meeting Lomba Hadroh Se-Kota Tasikmalaya, Minggu (13/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi tahap persiapan sebelum para peserta tampil dalam ajang yang dijadwalkan berlangsung pada 19–20 September 2026 di Asia Plaza Kota Tasikmalaya.
Technical meeting menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman antara panitia dan peserta. Berbagai hal yang berkaitan dengan perlombaan dibahas, mulai dari mekanisme lomba, tata tertib, teknis penampilan, sistem penilaian hingga ketentuan yang harus dipatuhi peserta.
Bagi panitia, tahapan ini penting agar perlombaan tidak sekadar menjadi panggung untuk menunjukkan kemampuan bermusik. Setiap kelompok yang tampil nantinya diharapkan memahami aturan sekaligus membawa semangat kebersamaan dan sportivitas.
Ketika Seni Hadroh Menjadi Ruang Anak Muda
Hadroh selama ini tumbuh dekat dengan kehidupan masyarakat muslim, terutama dalam berbagai kegiatan keagamaan. Rebana, lantunan shalawat dan vokal yang bersahut-sahutan menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Di tengah perubahan selera hiburan anak muda, ruang seperti perlombaan hadroh menjadi salah satu cara agar seni tersebut tetap memiliki panggung.
GP Ansor Kota Tasikmalaya dan Maxim memosisikan kegiatan ini bukan semata sebagai kompetisi. Lomba tersebut juga diarahkan menjadi ruang bagi generasi muda dan para pecinta seni Islami untuk mengembangkan bakat dan kreativitas.
Dengan demikian, panggung yang disiapkan bukan hanya soal siapa yang nantinya menjadi juara. Ada kesempatan bagi kelompok-kelompok hadroh untuk bertemu, saling mengenal dan memperluas jejaring melalui aktivitas yang memiliki muatan keagamaan.
Maulid Nabi dengan Cara yang Lebih Dekat
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kerap hadir dalam berbagai bentuk. Ada yang berlangsung dalam majelis pengajian, tabligh akbar maupun kegiatan sosial. Lomba hadroh menawarkan cara lain untuk merawat momentum tersebut, yakni melalui seni dan lantunan shalawat.
Di tengah suasana kompetisi, pesan yang hendak dibawa tetap berkaitan dengan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Seni menjadi medium untuk menyampaikan pesan tersebut dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kalangan muda.
GP Ansor dan Maxim berharap kegiatan ini sekaligus dapat menjadi sarana syiar Islam. Lantunan shalawat yang dibawakan peserta diharapkan tidak berhenti sebagai pertunjukan, tetapi menjadi bagian dari suasana peringatan Maulid Nabi di Kota Tasikmalaya.
Momentum tersebut juga diarahkan untuk mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai keteladanan Nabi Muhammad SAW, termasuk akhlak, perjuangan dan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan dalam kehidupan.
Dua Hari Menjelang Panggung Utama
Setelah technical meeting selesai, perhatian peserta kini mengarah pada panggung utama. Lomba Hadroh Se-Kota Tasikmalaya dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 19–20 September 2026, di Asia Plaza Kota Tasikmalaya.
Bagi masing-masing kelompok, waktu menuju perlombaan menjadi kesempatan terakhir untuk mematangkan penampilan. Kekompakan vokal, permainan alat musik hingga kesiapan mengikuti ketentuan lomba menjadi bagian yang perlu dipersiapkan.
Namun di luar persaingan mendapatkan posisi terbaik, ada tujuan lain yang ingin dirawat melalui kegiatan tersebut: silaturahmi.
Panitia berharap peserta dapat mengikuti lomba dengan penuh semangat, menjunjung sportivitas serta menjaga persaudaraan. Sebab, ketika rebana mulai ditabuh dan shalawat dilantunkan, panggung perlombaan itu pada akhirnya bukan hanya tempat mencari pemenang.
Ia juga menjadi ruang perjumpaan—tempat seni Islami, generasi muda dan semangat memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW bertemu dalam satu kegiatan.
Melalui lomba tersebut, GP Ansor Kota Tasikmalaya bersama Maxim ingin menghadirkan kegiatan positif yang dapat dinikmati masyarakat sekaligus memberi ruang bagi kreativitas anak muda di Kota Tasikmalaya.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Hak Penyandang Disabilitas Mental Tak Boleh Terpinggirkan, Kanwil KemenHAM Jabar Tekankan Empati

Alur Sungai Cikokok Menyempit, Pemkab Garut Hentikan Aktivitas Perumahan

PGM Jabar Tagih Janji Pemerintah, 630 Ribu Guru Madrasah Swasta Didorong Jadi PPPK

Hadroh Jadi Ruang Kreatif Anak Muda, Ansor dan Maxim Siapkan Lomba Se-Kota Tasikmalaya

Muhamad Abdul Karim Terpilih Aklamasi Jadi Ketua KADIN Kota Tasikmalaya 2026-2031
