
Gentra.id-BANDUNG - Penyanyi Kanaya Whulan atau Kanaya Whu, vokalis grup musik Emka 9, meninggal dunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Minggu (13/9/2026).
Kanaya meninggal setelah menjalani perjuangan melawan penyakit kanker. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam unggahannya, Dedi menyampaikan duka atas kepergian Kanaya yang disebutnya sebagai saudara sekaligus sahabat.
“Kami menyampaikan berita duka telah meninggal dunia, saudari kita, sahabat kita, Teh Kanaya di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung karena menderita kanker,” kata Dedi, sebagaimana dikutip dari pernyataannya.
Dedi kemudian meminta masyarakat memaafkan kesalahan Kanaya semasa hidup serta mendoakan keluarga yang ditinggalkan.
Ia juga mengungkapkan bahwa jenazah Kanaya akan dipulangkan ke Kabupaten Tasikmalaya untuk dimakamkan di daerah asalnya.
Bergabung dengan Emka 9 sejak 2019
Nama Kanaya Whu dikenal masyarakat Jawa Barat melalui kiprahnya bersama Emka 9 atau MK9, grup musik yang dibentuk Dedi Mulyadi.
Kanaya bergabung dengan grup tersebut sejak 2019. Selama menjadi bagian dari Emka 9, ia kerap tampil dalam berbagai kegiatan Dedi Mulyadi, baik agenda resmi maupun kegiatan budaya di berbagai daerah Jawa Barat.
Sejumlah lagu karya Dedi Mulyadi juga dikenal melalui suara Kanaya. Di antaranya “Rindu Purnama”, “Karembong Koneng”, “Prabu Siliwangi”, “Dangiang Galuh Pakuan”, “Indung”, dan “Memanen Cinta”.
Keberadaan Kanaya di Emka 9 membuatnya tidak hanya tampil sebagai penyanyi dalam pertunjukan musik, tetapi juga menjadi bagian dari berbagai kegiatan seni dan kebudayaan yang digelar di Jawa Barat.
Penampilan terakhir di Gedung Sate
Salah satu penampilan terakhir Kanaya yang kini menjadi kenangan bagi masyarakat Jawa Barat terjadi dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Saat itu, Kanaya ikut dalam iring-iringan kereta kencana yang membawa Bendera Merah Putih dari Gedung Pakuan menuju Gedung Sate.
Dalam kesempatan tersebut, Kanaya mengenakan pakaian bernuansa veteran dan membawakan lagu “Melati di Tapal Batas” karya Ismail Marzuki. Ia tampil bersama kru Emka 9 yang menjadi pengiring musik dalam kegiatan tersebut.
Penampilan tersebut berlangsung kurang dari sebulan sebelum Kanaya meninggal dunia.
Penampilannya di Gedung Sate menjadi salah satu momen terakhir Kanaya tampil di hadapan masyarakat Jawa Barat.
Sosok yang dekat dengan budaya Sunda
Kanaya dikenal sebagai penyanyi asal Tasikmalaya yang kemudian banyak mengisi panggung-panggung musik dan kebudayaan di Jawa Barat.
Bersama Emka 9, ia ikut dalam berbagai agenda yang mempertemukan musik dengan kegiatan kebudayaan. Kehadirannya juga mengikuti perjalanan Dedi Mulyadi dalam berbagai kegiatan di daerah.
Karya-karya yang dinyanyikannya bersama Emka 9 umumnya memiliki warna etnik-modern dan menggunakan unsur budaya Sunda. Karena itu, suara Kanaya kemudian menjadi salah satu bagian yang melekat dalam penampilan grup tersebut.
Perjalanan itu berlangsung selama sekitar tujuh tahun sejak ia bergabung pada 2019 hingga akhirnya meninggal dunia pada 2026
Akan dimakamkan di Tasikmalaya
Setelah meninggal dunia di RSHS Bandung, jenazah Kanaya akan dipulangkan ke Kabupaten Tasikmalaya.
Dedi Mulyadi mengatakan Kanaya akan dimakamkan di tempat kelahirannya di Desa Lengkongsari Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya.
Kepergian Kanaya meninggalkan duka bagi keluarga, rekan-rekan sesama musisi, serta masyarakat yang selama ini mengenalnya melalui panggung Emka 9.
Suara Kanaya yang masih terdengar dalam berbagai rekaman dan penampilannya bersama Emka 9 kini menjadi bagian dari perjalanan musik dan kebudayaan Jawa Barat.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Hak Penyandang Disabilitas Mental Tak Boleh Terpinggirkan, Kanwil KemenHAM Jabar Tekankan Empati

Alur Sungai Cikokok Menyempit, Pemkab Garut Hentikan Aktivitas Perumahan

PGM Jabar Tagih Janji Pemerintah, 630 Ribu Guru Madrasah Swasta Didorong Jadi PPPK

Hadroh Jadi Ruang Kreatif Anak Muda, Ansor dan Maxim Siapkan Lomba Se-Kota Tasikmalaya

Muhamad Abdul Karim Terpilih Aklamasi Jadi Ketua KADIN Kota Tasikmalaya 2026-2031
