Kapolda Jabar Ingatkan Warga Waspada Ancaman Karhutla

1 Sep 2026, 11.45 WIB
WhatsAppSaluran
Kapolda Jabar Ingatkan Warga Waspada Ancaman Karhutla
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit RismantoCameraAntara/Rubby Jovan

Gentra.id-BANDUNG – Musim kemarau membuat sebagian kawasan di Jawa Barat menghadapi ancaman meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di tengah kondisi vegetasi yang mulai mengering, kebiasaan kecil seperti membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan dapat berubah menjadi pemicu kebakaran.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh aktivitas yang berkaitan dengan penggunaan api. Menurutnya, upaya mencegah karhutla harus dimulai dari kesadaran masyarakat sebelum api muncul dan meluas.

Imbauan tersebut disampaikan Pipit di Bandung, Selasa (1/9/2026). Ia meminta masyarakat Jawa Barat bersama-sama menjaga lingkungan, khususnya wilayah yang memiliki potensi rawan kebakaran selama musim kemarau.

Pipit menyoroti kebiasaan membakar sampah secara terbuka sebagai salah satu aktivitas yang perlu dihentikan. Ketika kondisi lahan dan tumbuhan mengering, api yang awalnya kecil dapat lebih mudah merambat ke area di sekitarnya.

Selain membakar sampah, masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Bara kecil dari puntung rokok yang dibuang di kawasan dengan vegetasi kering tetap berpotensi memicu kebakaran.

“Tidak membakar sampah di mana pun, kedua tidak membuang puntung rokok sembarangan dan aktivitas lain yang menggunakan api,” ujar Pipit dalam keterangannya di Bandung.

Peringatan tersebut menjadi penting karena pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas ketika kebakaran terjadi. Kesadaran warga yang berada paling dekat dengan kawasan rawan justru menjadi salah satu lapisan pertama untuk mencegah munculnya titik api.

Polda Jawa Barat juga mengingatkan masyarakat yang melakukan kegiatan di luar ruangan agar memperhatikan penggunaan api. Api yang digunakan untuk berbagai keperluan harus berada dalam pengawasan dan dipastikan benar-benar padam sebelum masyarakat meninggalkan lokasi.

Dalam situasi kemarau, kelalaian kecil dapat membawa dampak yang lebih besar. Kebakaran yang tidak segera diketahui dapat meluas dan menyebabkan kerusakan vegetasi, mengganggu aktivitas masyarakat, hingga menimbulkan kerugian material.

Karena itu, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Aparat kepolisian bersama masyarakat di wilayah rawan perlu membangun pola pengawasan dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.

Pipit berharap kesadaran tersebut tidak berhenti pada imbauan, tetapi menjadi kebiasaan bersama. Menurutnya, kerja sama antara masyarakat dan aparat menjadi kunci dalam menjaga Jawa Barat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Pemantauan terhadap kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran pun terus diperkuat untuk mengantisipasi munculnya titik api. Langkah tersebut diharapkan dapat membuat potensi kebakaran terdeteksi lebih awal sehingga penanganannya tidak semakin sulit.

Bagi masyarakat, pencegahan sebenarnya dapat dimulai dari tindakan yang sederhana: tidak membakar sampah sembarangan, tidak meninggalkan api setelah beraktivitas di luar ruangan, serta tidak membuang puntung rokok di kawasan yang mudah terbakar.

Karhutla bukan hanya persoalan ketika api sudah membesar. Ia juga merupakan persoalan tentang bagaimana manusia memperlakukan lingkungan ketika kondisi alam sedang rentan.

Dengan kesadaran bersama, potensi kebakaran dapat ditekan sejak awal. Sebab ketika musim kemarau membuat lahan semakin kering, satu sumber api kecil sekalipun bisa menjadi awal dari persoalan yang jauh lebih besar.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.