Maulid Nabi 1448 H, Bupati Tasikmalaya Ajak Warga Teladani Rasulullah

1 Sep 2026, 16.43 WIB
WhatsAppSaluran
Maulid Nabi 1448 H, Bupati Tasikmalaya Ajak Warga Teladani Rasulullah
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, bersama Wakil Bupati Tasikmalaya H. Asep Sopari Al-Ayubi, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. 1448 H yang berlangsung di Masjid Agung Baiturrahman, Singaparna, Selasa (1/9/2026).CameraDishubkominfo

Gentra.id-TASIKMALAYA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. 1448 Hijriah di Kabupaten Tasikmalaya tidak sekadar menjadi agenda keagamaan. Momentum tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk mengajak masyarakat kembali meneladani akhlak Rasulullah sebagai bagian dari upaya membangun karakter manusia.

Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, bersama Wakil Bupati Tasikmalaya H. Asep Sopari Al-Ayubi, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. 1448 H yang berlangsung di Masjid Agung Baiturrahman, Singaparna, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pemerintah dan masyarakat untuk merefleksikan kembali keteladanan Rasulullah, terutama dalam kehidupan sosial, kepemimpinan, serta membangun hubungan yang baik di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Cecep mengatakan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Peringatan tersebut perlu menjadi momentum untuk melakukan tafakur dan tadabur terhadap perjalanan serta keteladanan Rasulullah saw.

“Peringatan Maulid Nabi hendaknya kita jadikan momentum untuk tafakkur dan tadabbur, mengenang kembali keteladanan Rasulullah saw., sekaligus merefleksikan sejauh mana nilai-nilai kenabian telah kita hadirkan dalam kehidupan kita,” ujar Cecep.

Menurutnya, pembangunan sebuah daerah tidak cukup hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun. Kemajuan daerah juga membutuhkan manusia yang memiliki karakter, kepedulian sosial, dan nilai moral yang kuat.

Karena itu, pembangunan karakter menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan daerah.

Cecep menilai ajaran dan akhlak Rasulullah memberikan gambaran bahwa membangun peradaban bukan semata-mata mengenai pembangunan fisik. Di balik kemajuan sebuah masyarakat, terdapat manusia yang menjadi penggerak sekaligus penentu arah pembangunan tersebut.

“Akhlak Rasulullah mengajarkan kepada kita bahwa membangun peradaban bukan semata-mata membangun fisik dan infrastruktur, tetapi juga membangun manusia, karakter, kepedulian sosial, dan kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai agama,” ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi relevan di tengah tantangan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks. Kemajuan teknologi dan perubahan sosial, menurut semangat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, perlu diimbangi dengan karakter agar perkembangan masyarakat tidak kehilangan nilai kemanusiaan dan kepedulian.

Bagi pemerintah daerah, pembangunan manusia menjadi fondasi penting agar berbagai program pembangunan dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Infrastruktur memang dibutuhkan, tetapi keberadaannya akan lebih berarti apabila berjalan beriringan dengan masyarakat yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial.

Keteladanan Rasulullah sebagai Energi Moral

Bupati Cecep kemudian mengajak masyarakat menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai dorongan untuk terus melakukan kebaikan. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya hadir ketika peringatan Maulid Nabi berlangsung, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita jadikan keteladanan Rasulullah sebagai energi moral untuk terus bergerak, terus berikhtiar, dan terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Pesan tersebut sekaligus menempatkan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat hubungan antara nilai keagamaan dengan kehidupan sosial masyarakat.

Sementara itu, tausiah dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Sukahideng, K.H. II Abdul Basith. Kehadiran unsur pemerintah daerah, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat turut memperlihatkan bahwa peringatan Maulid Nabi menjadi ruang bersama untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus kebersamaan.

Sejumlah unsur turut hadir, di antaranya Forkopimda Kabupaten Tasikmalaya, para asisten daerah, kepala SKPD, Ketua TP PKK Kabupaten Tasikmalaya, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tasikmalaya, Ketua Baznas, serta sejumlah pimpinan lembaga lainnya.

Dari Masjid Agung Baiturrahman Singaparna, pesan yang dibawa bukan hanya tentang mengenang kelahiran Nabi Muhammad saw., tetapi juga bagaimana akhlak dan keteladanannya diterjemahkan menjadi perilaku nyata.

Sebab, pembangunan karakter pada akhirnya bukan sesuatu yang selesai dalam satu kegiatan. Ia tumbuh dari kebiasaan, keteladanan, kepedulian, dan kemauan setiap orang untuk menghadirkan nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi Kabupaten Tasikmalaya, semangat tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pembangunan daerah sehingga kemajuan tidak hanya terlihat dari perubahan fisik, tetapi juga tercermin dari kualitas manusia dan kehidupan sosial masyarakatnya.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.