
Gentra.id-TASIKMALAYA - Semangat kepedulian dan solidaritas sosial ditunjukkan masyarakat Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, melalui Gerakan Donor Darah dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026. Dari 114 calon pendonor yang mengikuti kegiatan tersebut, sebanyak 94 orang berhasil mendonorkan darahnya.
Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Salawu dan Aula Kecamatan Salawu ini melibatkan masyarakat dari beberapa Desa di Kecamatan Salawu dan Singaparna Tasikmalaya. Warga Desa Tenjowaringin tercatat menjadi salah satu kelompok masyarakat yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana, Andi Taufik Ahmad, menyampaikan bahwa gerakan donor darah ini merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus upaya mendorong partisipasi masyarakat dalam membantu memenuhi kebutuhan darah.

“Gerakan donor darah ini merupakan wujud kepedulian sosial dan kemanusiaan. Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa setetes darah yang disumbangkan dapat menjadi harapan bagi orang lain yang membutuhkan,” ujar Andi Taufik Ahmad dalam keterangannya.
Berdasarkan laporan panitia, dari 114 calon pendonor, sebanyak 94 orang berhasil mendonorkan darah, sedangkan 20 orang lainnya belum dapat mendonor setelah menjalani pemeriksaan dan seleksi kesehatan. Tingkat keberhasilan donor darah dalam kegiatan tersebut mencapai sekitar 82,46 persen.
Andi mengatakan, keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintahan kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat yang bersedia berpartisipasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Forkopimcam Salawu, para kepala desa, pihak terkait, dan masyarakat yang telah mendukung kegiatan ini. Antusiasme warga, khususnya dari Desa Tenjowaringin, menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan kegiatan kemanusiaan,” katanya.
Camat Salawu Kukuhkan Desa Siaga Donor Darah

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Camat Salawu, Wawan M. Ridwan, mengukuhkan Desa Siaga Donor Darah. Pengukuhan ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong kesiapsiagaan masyarakat dalam mendukung ketersediaan darah dan membantu warga yang membutuhkan terutama mendorong keterlibatan pendonor di wilayah Desa yang ada di Kecamatan Salawu
Melalui program tersebut, pemerintah kecamatan diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat agar partisipasi donor darah tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan.

“Melalui program Desa Siaga Donor Darah ini, kami berharap koordinasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat semakin kuat. Kami ingin partisipasi donor darah tidak hanya berlangsung dalam kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan demi membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Camat Salawu, Wawan M. Ridwan.
Keterlibatan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) juga menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai manfaat donor darah bagi kepentingan kemanusiaan.

Pengukuhan Desa Siaga Donor Darah diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi secara sukarela, sekaligus memperkuat kesiapan lingkungan dalam membantu memenuhi kebutuhan darah ketika diperlukan.
Semangat Sumpah Pemuda dalam Aksi Kemanusiaan

Bagi panitia, gerakan donor darah ini tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda, tetapi juga menjadi ruang untuk menghidupkan nilai persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Andi Taufik Ahmad berharap semangat tersebut dapat terus dipelihara melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semangat Sumpah Pemuda harus kita wujudkan melalui tindakan nyata. Salah satunya dengan saling membantu dan peduli terhadap sesama. Kami berharap gerakan donor darah ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berpartisipasi,” pungkasnya.
Partisipasi 94 pendonor yang berhasil menyumbangkan darah menjadi capaian penting dalam kegiatan tersebut. Namun, lebih dari jumlah yang terkumpul, gerakan ini juga membawa pesan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat dimulai dari lingkungan terdekat.
Melalui penguatan Desa Siaga Donor Darah dan kolaborasi berbagai unsur masyarakat, Kecamatan Salawu diharapkan dapat membangun budaya donor darah sukarela yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Sambut Sumpah Pemuda, Kecamatan Salawu Kukuhkan Desa Siaga Donor Darah

Komnas HAM Soroti Kesenjangan Perlindungan Pekerja Gig di Platform Digital

32 Perusahaan Terkait Karhutla Disanksi, DPR Desak Penegakan Hukum Tegas

Operasi Patuh Lodaya 2026 Dimulai, Kapolres Garut Tekankan Keselamatan Pengendara

Polres Garut Perkuat Toleransi, Pastikan Keamanan Ibadah di Gereja Kristen Pasundan
