Stafsus Menag Apresiasi Youth Camp Ahmadiyah Hidupkan Keteladanan Nabi Muhammad SAW

27 Agu 2026, 10.14 WIB
WhatsAppSaluran
Stafsus Menag Apresiasi Youth Camp Ahmadiyah Hidupkan Keteladanan Nabi Muhammad SAW
Pelaksanaan Youth Camp Generasi Muda Ahmadiyah di Subang Jawa Barat ( 22-23 Agustus 2026 )CameraGentra.id

Gentra.id-JAWA BARAT - Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, mengapresiasi pelaksanaan Youth Camp Ahmadiyah di Subang Jawa Barat, yang diikuti sekitar 1.500 peserta. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk membangun karakter, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.

Gugun menilai kegiatan yang mempertemukan banyak anak muda dalam satu ruang pembelajaran seperti Youth Camp memiliki nilai penting, terutama dalam membentuk generasi yang memiliki kapasitas sekaligus karakter.

"Saya mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk belajar, berinteraksi, dan membangun karakter. Kegiatan kepemudaan seperti ini penting karena anak muda tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga membutuhkan ruang untuk membentuk kedisiplinan dan kepedulian," kata Gugun, Rabu (26/08/2026).

Ia melihat penguatan karakter perlu dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk pembiasaan positif yang dilakukan secara konsisten.

Menurut Gugun, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana bagi peserta untuk membangun relasi, bertukar pengalaman, dan memperluas cara pandang.

"Yang menarik dari kegiatan seperti ini adalah adanya proses perjumpaan. Anak muda bertemu dengan teman-temannya, belajar bersama, berdiskusi, dan mendapatkan pengalaman baru. Hal-hal seperti ini akan membentuk cara mereka melihat diri sendiri dan lingkungan," ujarnya.

Gugun berharap semangat yang dibangun selama Youth Camp dapat diteruskan peserta dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya berharap apa yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti di sini. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, dan semangat untuk berbuat baik bisa dibawa ke lingkungan masing-masing," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Tarbiyat PB Ahmadiyah, Mubarak Ahmad Kamil, mengatakan Youth Camp dirancang tidak hanya sebagai kegiatan berkumpul, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan pengembangan diri generasi muda.

Salah satu materi yang ditekankan adalah bagaimana peserta membangun kesadaran untuk mengenal Tuhan melalui proses refleksi terhadap kehidupan dan lingkungan sekitar.

Kamil mengatakan, peserta diajak melihat berbagai keajaiban ciptaan Tuhan sebagai bagian dari proses membangun rasa syukur dan kesadaran terhadap kehidupan.

"Kami mengajak anak-anak muda untuk melihat kehidupan dengan lebih reflektif. Mengenal Tuhan salah satunya bisa dimulai dengan melihat keajaiban ciptaan-Nya. Dari sana muncul rasa syukur dan kesadaran bahwa ada banyak hal yang perlu kita jaga dan kita maknai dalam kehidupan," jelasnya.

Selain itu, pembentukan kedisiplinan menjadi bagian penting dalam kegiatan. Peserta didorong untuk menjaga ibadah salat wajib dan membangun kebiasaan salat Tahajud.

Menurut Kamil, pembiasaan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi sarana melatih konsistensi dan tanggung jawab pribadi.

"Kami ingin membangun kebiasaan baik. Disiplin dalam salat wajib maupun membiasakan Tahajud adalah bagian dari proses melatih konsistensi. Harapannya, kedisiplinan itu kemudian terbawa dalam aktivitas lain, baik dalam belajar, bekerja maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat," ujar Kamil.

Kamil juga menempatkan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu nilai yang diperkenalkan kepada peserta. Keteladanan tersebut, kata dia, diarahkan pada nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, dan sikap menghargai orang lain.

"Meneladani Nabi bukan hanya berbicara tentang pengetahuan, tetapi bagaimana nilai-nilai tersebut menjadi perilaku. Anak muda perlu belajar menjadi pribadi yang disiplin, jujur, peduli, mampu menghargai orang lain dan memberikan manfaat," lanjut Kamil.

Ia berharap peserta dapat membawa hasil pembelajaran dari Youth Camp ke lingkungan masing-masing dan menerjemahkannya dalam tindakan nyata.

"Target akhirnya bukan hanya peserta pulang membawa pengalaman, tetapi ada kebiasaan dan karakter yang terbentuk. Semakin baik secara pribadi, semakin disiplin, dan semakin memiliki kepedulian untuk berkontribusi di lingkungan," pungkasnya.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.