'Tobrut’ Hingga ‘Pulen’: Menyingkap Risiko Body Shaming pada Perempuan
22 Nov 2024, 13.36 WIB

Gentra.id- Jika kamu aktif bermedia sosial, mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah seperti ‘tobrut’, ‘aura magrib’, hingga ‘pulen’. Sekilas, kata-kata itu terdengar seperti istilah gaul yang ringan dan lucu. Namun, siapa sangka, di balik guyonan tersebut, terselip penghinaan terhadap tubuh seseorang. Itulah bentuk nyata dari body shaming.
Body shaming adalah tindakan mengomentari atau mengkritik tubuh seseorang secara negatif. Pengguna media sosial sering kali melontarkan komentar seperti itu tanpa memikirkan dampaknya pada korban. Meskipun terlihat sepele, body shaming menyisakan luka yang dalam bagi mereka yang menjadi sasaran.
Dampak Negatif Body Shaming Bagi Perempuan
Di balik komentar yang menyinggung bentuk tubuh seseorang, tersimpan risiko besar yang mengancam kesehatan fisik dan mental. Salah satunya adalah gangguan makan atau eating disorder. Ketika seseorang mengomentari bentuk tubuh orang lain, dampaknya bisa jauh lebih besar daripada yang terlihat. Rasa percaya diri korban perlahan terkikis, hingga memicu keinginan untuk mengubah bentuk tubuhnya secara drastis. Dalam banyak kasus, korban mengambil langkah-langkah ekstrem yang akhirnya merugikan kesehatan mereka.- Memicu perilaku makan yang tidak sehat
- Gangguan Kesehatan Mental
- Mengurangi Kepercayaan Diri
K
Khopipah Indah
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Profile
Zainda Usmana Aulia: Merawat Harapan dari Ruang Kelas hingga Gerakan Masyarakat Sipil

Opini
HUT TNI dan Gen Z: Ketika Patriotisme Masuk ke Ruang Digital

News
HUT ke-25 Kota Tasikmalaya: Dari Logo hingga Maskot Tata dan Titi

News
Komisi III DPR Datangi Rumah Kapolri Suyudi, Soroti Pembenahan Polri

Opini
Dari Pengkritik ke Lingkar Kekuasaan: Pelajaran dari Rocky Gerung dan Budaya Politik Kita

Lifestyle