Abu Vulkanik Mulai Terasa di Sumedang, Dinkes Sarankan Warga Pakai Masker

8 Sep 2026, 15.55 WIB
WhatsAppSaluran
Abu Vulkanik Mulai Terasa di Sumedang, Dinkes Sarankan Warga Pakai Masker
Dinas Kesehatan Sumedang mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.CameraGentra.id/Ilustrasi Ai

Gentra.id-SUMEDANG – Lapisan debu yang menempel pada kendaraan dan sejumlah permukaan benda menjadi salah satu tanda yang mulai diperhatikan warga di Kabupaten Sumedang. Di tengah sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, masyarakat diminta tidak menganggap remeh kondisi tersebut, terutama karena partikel abu dapat masuk ke saluran pernapasan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Salah satu langkah sederhana yang dianjurkan adalah menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat kondisi lingkungan terlihat berdebu.

Kepala Dinkes Kabupaten Sumedang, Dikdik Sadikin, mengatakan penggunaan masker merupakan langkah antisipasi yang dapat dilakukan masyarakat. Namun, keputusan mengenai kebutuhan penggunaan masker tetap perlu mempertimbangkan hasil pemantauan kualitas udara.

“Yang menentukan pakai masker atau tidaknya adalah dari Lingkungan Hidup terkait kualitas udara. Tapi untuk antisipasi, kami menyarankan agar memakai masker,” kata Dikdik, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, indikasi adanya abu yang mencapai wilayah Sumedang antara lain dapat dilihat dari kondisi benda yang berada di luar ruangan. Kendaraan yang sebelumnya sudah dibersihkan, misalnya, kembali terlihat memiliki lapisan debu.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa abu vulkanik bukan sekadar persoalan lingkungan yang membuat permukaan benda menjadi kotor. Partikel abu yang terhirup dapat mengganggu sistem pernapasan dan menimbulkan keluhan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki kondisi tertentu.

Batuk hingga Sesak Napas

Paparan abu vulkanik dapat menimbulkan sejumlah gangguan pada saluran pernapasan. Keluhan yang mungkin muncul antara lain batuk, pilek, iritasi tenggorokan hingga sesak napas.

Dampaknya juga dapat dirasakan pada mata. Paparan partikel abu dapat menyebabkan mata menjadi merah, perih, berair dan terasa tidak nyaman.

Kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih dari kelompok rentan. Anak-anak, lanjut usia serta masyarakat yang memiliki riwayat asma atau gangguan paru lainnya dianjurkan lebih berhati-hati karena paparan abu berpotensi memperburuk penyakit pernapasan yang sudah ada.

Karena itu, masyarakat diminta tidak memaksakan diri beraktivitas di luar ruangan ketika kondisi lingkungan sedang berdebu. Membatasi paparan menjadi salah satu cara untuk mengurangi kemungkinan abu terhirup dalam jumlah lebih banyak.

“Sebagai antisipasi di internal kami, Dinkes Sumedang menyarankan untuk memakai masker. Kami juga menyarankan kepada warga agar membatasi aktivitas di luar ruangan saat kondisi berdebu dan segera membersihkan lingkungan rumah dari endapan abu untuk mencegah gangguan kesehatan,” ujar Dikdik.

Abu Vulkanik Perlu Diwaspadai

Imbauan Dinkes Sumedang tersebut sejalan dengan langkah pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengantisipasi dampak kesehatan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kementerian Kesehatan sebelumnya juga meminta masyarakat di wilayah terdampak untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dan pelindung mata. Kelompok anak-anak, lanjut usia serta penderita penyakit pernapasan dan kardiovaskular kronis disebut memiliki risiko lebih tinggi terhadap dampak paparan abu.

Di tingkat Jawa Barat, pemerintah provinsi juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 119/KS.01.01/DINKES tentang kesiapsiagaan dan perlindungan kesehatan masyarakat terhadap dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Surat edaran tersebut ditetapkan pada 6 September 2026.

Pemprov Jawa Barat juga meminta fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan pemantauan terhadap kemungkinan munculnya gangguan kesehatan akibat abu vulkanik, termasuk gangguan pernapasan dan iritasi mata.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang memperkuat pemantauan kualitas udara dan koordinasi lintas sektor sebagai bagian dari langkah antisipasi. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi terkait kualitas udara dan perkembangan sebaran abu vulkanik.

Bagi masyarakat, langkah pencegahan sebenarnya dapat dimulai dari lingkungan rumah. Ketika abu mulai mengendap, warga dianjurkan membersihkannya dengan cara yang tidak membuat partikel kembali beterbangan dan terhirup.

Jika setelah terpapar abu muncul keluhan seperti sesak napas, batuk yang semakin berat, iritasi mata atau gangguan kesehatan lainnya, masyarakat diminta segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.

Di tengah kondisi tersebut, kewaspadaan menjadi penting tanpa perlu menimbulkan kepanikan. Abu yang terlihat tipis sekalipun tetap perlu diantisipasi, terutama oleh kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap gangguan pernapasan.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.