
Gentra.id-GARUT – Rumah-rumah keluarga korban musibah KMP Virgo Transport 8 masih diselimuti duka. Kabar tentang anggota keluarga yang belum ditemukan membuat penantian terasa panjang, sementara dua warga Garut lainnya telah dinyatakan meninggal dunia.
Di tengah suasana tersebut, Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra, S.H., S.I.K., M.H., datang menemui keluarga korban, Senin (14/9/2026). Bersama Ketua Bhayangkari Cabang Garut Ny. Vicka Niko, jajaran pejabat utama Polres Garut, Forkopimcam Karangpawitan, serta unsur terkait, ia melaksanakan takziyah sekaligus menyerahkan tali asih kepada keluarga korban.
Kehadiran itu bukan sekadar agenda kedinasan. Di hadapan keluarga yang sedang menunggu kepastian nasib kerabat mereka, Kapolres mencoba memberikan penguatan agar keluarga tetap bertahan menghadapi situasi yang tidak mudah.
Musibah KMP Virgo Transport 8 terjadi ketika kapal tersebut dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Berdasarkan data sementara, sebanyak 22 warga Kabupaten Garut, khususnya dari Kecamatan Karangpawitan, menjadi korban dalam kecelakaan laut tersebut.
Dari jumlah itu, 11 orang telah ditemukan. Sementara sembilan lainnya masih dalam pencarian dan dua orang dinyatakan meninggal dunia.
Angka-angka tersebut menggambarkan skala musibah. Namun bagi keluarga, angka itu memiliki arti yang jauh lebih personal. Ada nama, wajah, dan hubungan keluarga yang kini menunggu kepastian.
Karena itu, Kapolres Garut meminta keluarga korban untuk tidak kehilangan harapan. Ia mengajak keluarga tetap sabar, memperbanyak istighfar dan terus berikhtiar.
“Yang pertama harus sabar, istighfar dan berikhtiar. Polres Garut tidak akan tinggal diam. Polres Garut sudah menjadi keluarga bagi masyarakat,” ujar AKBP Niko.
Pesan itu disampaikan bersamaan dengan komitmen kepolisian untuk tidak berhenti memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Polres Garut, kata Kapolres, akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak selama proses pencarian maupun penanganan korban berlangsung.
Dukungan yang diberikan juga tidak berhenti pada bantuan tali asih. Kapolres bahkan menawarkan akses pekerjaan bagi keluarga dari 22 korban asal Garut yang membutuhkan dukungan ekonomi.
Ia mempersilakan keluarga datang ke Polres Garut untuk membicarakan peluang pekerjaan yang tersedia di lingkungan kepolisian.
“Silakan datang ke Polres, karena banyak pekerjaan di Polres yang sedang menunggu. Mau jadi apa, nanti kami carikan. Intinya mereka harus semangat supaya tidak down,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menjadi bentuk perhatian lain terhadap keluarga korban. Sebab, ketika sebuah musibah terjadi, dampaknya tidak selalu berhenti pada kehilangan atau ketidakpastian pencarian. Kehidupan keluarga yang ditinggalkan juga dapat ikut berubah, termasuk dari sisi ekonomi.
Di tengah situasi itu, Kapolres menegaskan bahwa jajaran kepolisian bersama Kapolsek, Forkopimcam dan unsur terkait akan terus berada di tengah masyarakat.
Pendampingan akan dilakukan sembari menunggu perkembangan proses pencarian korban yang masih dinyatakan hilang.
Bagi korban yang telah ditemukan, Polres Garut juga menyatakan kesiapannya membantu proses pemulangan hingga korban diterima oleh keluarga.
“Kami akan koordinasikan dengan Pak Bupati. Yang pasti, pihak kepolisian siap 100 persen untuk mengawal kedatangan korban dari manapun sampai kepada pihak keluarga,” tegas Kapolres.
Sementara bagi keluarga yang masih menunggu kabar sembilan korban yang belum ditemukan, doa dan harapan masih terus dipanjatkan. Proses pencarian di lokasi diharapkan segera menemukan titik terang.
Di tengah duka tersebut, kehadiran aparat di rumah keluarga korban menjadi pesan bahwa musibah ini tidak mereka hadapi sendirian.
Kepolisian tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan rasa aman. Dalam situasi seperti ini, ketika sebuah keluarga sedang kehilangan pegangan dan menunggu kabar yang belum pasti, kehadiran untuk mendengar, menguatkan, dan membantu juga menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat.
Untuk dua warga Garut yang telah dinyatakan meninggal dunia, doa terbaik dipanjatkan agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Sementara keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberi kekuatan dan ketabahan melewati masa sulit tersebut.
Dan untuk mereka yang masih dalam pencarian, harapan itu belum berhenti. Keluarga masih menunggu kabar, sementara berbagai pihak terus berupaya agar setiap korban dapat ditemukan dan kembali kepada keluarganya.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Di Tengah Duka KMP Virgo Transport 8, Kapolres Garut Datangi Keluarga Korban

GP Ansor Apresiasi Asia Plaza Dukung Maulid Nabi dan Lomba Hadroh di Tasikmalaya

Kasad Janjikan Rekonstruksi Total Jembatan Pongpet Pangandaran, Struktur Lama Dievaluasi

Vonis 6 Bulan Supriadi, Kritik Keadilan Menggema di PN Tasikmalaya

Polsek Wanaraja Gerebek Rumah yang Diduga Jadi Tempat Edar Obat Psikotropika
