
Gentra.id-PANGANDARAN – Jembatan Gantung Pongpet di Dusun Cidawung, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, belum benar-benar selesai dari persoalan. Setelah mengalami kerusakan saat digunakan dalam prosesi peresmian, jembatan tersebut kini mengarah pada satu pilihan besar: dibangun kembali dengan konstruksi yang lebih kuat dan aman.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak datang langsung meninjau kondisi Jembatan Pongpet, Senin (14/9/2026). Dari peninjauan itu, muncul rencana untuk tidak sekadar memperbaiki bagian yang rusak, melainkan mengevaluasi keseluruhan struktur lama.
Jika hasil evaluasi teknis menunjukkan struktur lama tidak lagi layak dipertahankan, pembongkaran total akan dilakukan.
“Kita evaluasi apakah struktur-struktur lamanya ini memang rumit kalau dibongkar kembali. Kalau itu pilihan yang terbaik, kita akan lakukan,” ujar Maruli.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa penanganan Jembatan Pongpet tidak akan berhenti pada perbaikan sementara. Keselamatan warga menjadi pertimbangan utama sebelum jembatan kembali digunakan sebagai akses penghubung masyarakat.
“Kita akan segera perbaiki. Saya kira ini menjadi evaluasi kita supaya ke depan kita bisa membuat yang lebih baik dan lebih aman,” katanya.
Dari Peresmian Berujung Kerusakan
Jembatan Pongpet sebelumnya menjadi perhatian setelah mengalami perubahan posisi ketika digunakan dalam acara peresmian pada Minggu (30/8/2026).
Puluhan orang berada di atas jembatan secara bersamaan. Dalam penjelasan TNI AD, jumlah tersebut lebih dari 50 orang sehingga melampaui kapasitas yang telah ditentukan. Kondisi itu membuat salah satu tali sling terlepas dari sistem pengikat utama dan menyebabkan posisi jembatan menjadi miring.
Sebelumnya, Dandim 0625 Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan juga mengakui adanya kelalaian dalam pengaturan jumlah orang yang melintas ketika prosesi peresmian berlangsung.
Menurut penjelasannya, jembatan memiliki kemampuan menahan beban sekitar dua ton. Namun saat kejadian, lebih dari 40 orang berada di atas jembatan secara bersamaan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, meski sejumlah warga mengalami luka ringan.
Peristiwa itu kemudian menjadi bahan evaluasi, bukan hanya mengenai bagaimana jembatan digunakan, tetapi juga mengenai kondisi konstruksi dan standar keamanan yang harus dipenuhi sebelum fasilitas tersebut kembali difungsikan.
Struktur Lama Jadi Bahan Evaluasi
Kini, perhatian bergeser pada masa depan Jembatan Pongpet.
Kasad memastikan perbaikan akan segera dilakukan. Namun bentuk penanganannya masih bergantung pada hasil evaluasi terhadap struktur yang ada.
Pilihan membongkar struktur lama secara keseluruhan membuka kemungkinan pembangunan jembatan dengan konstruksi baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mempertimbangkan aspek keselamatan.
Bagi warga, jembatan ini bukan sekadar konstruksi yang membentang di atas sungai. Keberadaannya berkaitan langsung dengan akses masyarakat di kawasan Desa Margacinta.
Karena itu, pekerjaan rekonstruksi nantinya tidak cukup hanya membuat jembatan kembali berdiri. Persoalan kapasitas, sistem pengamanan, pengaturan pengguna, hingga ketahanan struktur harus menjadi bagian dari perhitungan.
Insiden pada akhir Agustus menjadi pengingat bahwa sebuah jembatan publik memiliki batas kemampuan yang tidak bisa diabaikan, sekalipun antusiasme masyarakat untuk menggunakannya sangat besar.
Keselamatan Jadi Pelajaran
Kasad menyebut kondisi Jembatan Pongpet sebagai bahan evaluasi untuk pembangunan jembatan ke depan.
Pesan tersebut menjadi penting karena persoalan jembatan tidak hanya terletak pada material yang digunakan, tetapi juga bagaimana konstruksi tersebut dirancang, diuji, digunakan dan diawasi.
Jembatan yang menghubungkan masyarakat harus memberikan rasa aman sejak pertama kali digunakan.
Rencana rekonstruksi total, jika hasil evaluasi memang mengharuskannya, sekaligus menjadi kesempatan untuk memperbaiki berbagai aspek yang sebelumnya belum optimal.
Jembatan Pongpet dengan demikian tidak hanya menunggu kembali berdiri. Ia sedang menunggu bentuk baru—dengan struktur yang diharapkan lebih kuat, kapasitas yang lebih jelas, serta sistem keselamatan yang lebih ketat.
Dan kali ini, kata Kasad, ukurannya bukan sekadar bisa dilewati. Tetapi harus lebih baik dan lebih aman.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Di Tengah Duka KMP Virgo Transport 8, Kapolres Garut Datangi Keluarga Korban

GP Ansor Apresiasi Asia Plaza Dukung Maulid Nabi dan Lomba Hadroh di Tasikmalaya

Kasad Janjikan Rekonstruksi Total Jembatan Pongpet Pangandaran, Struktur Lama Dievaluasi

Vonis 6 Bulan Supriadi, Kritik Keadilan Menggema di PN Tasikmalaya

Polsek Wanaraja Gerebek Rumah yang Diduga Jadi Tempat Edar Obat Psikotropika
