
Gentra.id-KUNINGAN – Karya visual tidak selalu berhenti pada soal keindahan. Di balik garis, ilustrasi, tipografi, dan komposisi, ada gagasan, kegelisahan, emosi hingga cara seorang pembuat karya membaca kehidupan.
Pesan itu mengemuka saat Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. membuka DKV Fest Vol. 7 yang digelar Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kuningan (UNIKU), Jumat (25/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kampus 2 Fakultas Ilmu Komputer UNIKU tersebut mengusung tema “Metamorph”, yang menggambarkan proses perubahan dan perkembangan, baik dalam karya maupun kehidupan manusia.
Bagi mahasiswa DKV, festival tahunan tersebut menjadi ruang untuk tidak hanya memamerkan hasil kerja, tetapi juga bertukar gagasan, membangun kolaborasi, sekaligus memperluas jejaring di dunia kreatif.
Ketua panitia dalam laporannya menyampaikan, DKV Fest merupakan festival pameran tahunan mahasiswa DKV UNIKU. Salah satu agenda utamanya adalah International Exhibition yang menghadirkan 50 karya terkurasi dari sembilan negara.
Karya-karya tersebut berasal dari Turki, Meksiko, Kenya, Polandia, Amerika Serikat, Argentina, Taiwan, serta Indonesia.
Selain pameran internasional, DKV Fest Vol. 7 juga menghadirkan workshop, narasumber dari kalangan praktisi, berbagai komunitas, serta pertunjukan komunitas. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang sebagai ruang apresiasi, edukasi, kolaborasi, pertukaran wawasan dan penguatan jejaring kreatif.
Inspirasi Tidak Hanya dari Layar Komputer
Saat membuka DKV Fest Vol. 7, Bupati Dian melihat mahasiswa DKV memiliki posisi strategis di tengah perkembangan teknologi komunikasi dan visual yang bergerak semakin cepat.
Namun, ia mengingatkan agar perkembangan teknologi tidak membuat mahasiswa hanya mencari inspirasi dari layar komputer maupun internet. Menurutnya, lingkungan sekitar justru merupakan laboratorium kreativitas yang kaya.
Mahasiswa, kata Dian, dapat menemukan gagasan dari kehidupan di pasar tradisional, berinteraksi dengan petani, seniman, budayawan, pelaku UMKM, hingga mencermati persoalan lingkungan, sosial, pariwisata dan perubahan perilaku generasi muda.
“Ilmu yang luas itu yang memberikan inspirasi ada di sekeliling kita. Banyak hal yang bisa kita gali,” ujar Dian seperti dikutip di laman Pemkab Kuningan
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kreativitas tidak lahir hanya dari kemampuan mengolah perangkat digital. Ada pengalaman, pengamatan dan kemampuan membaca realitas yang ikut membentuk sebuah karya.
Dian juga berharap karya mahasiswa DKV UNIKU tidak tercerabut dari identitas budaya Kabupaten Kuningan. Kekayaan alam, tradisi, kuliner, sejarah desa dan karakter masyarakat, menurutnya, dapat menjadi sumber gagasan yang dekat sekaligus kuat.
Bukan Sekadar Eye-Catching
Dian menilai karya desain tidak semata-mata berbicara mengenai keindahan visual. Di balik unsur visual terdapat cara berpikir, kegelisahan, gagasan, emosi hingga aspirasi pembuatnya.
Karena itu, ia berharap karya mahasiswa DKV tidak berhenti sebagai produk yang sekadar menarik perhatian secara visual.
“Jadi saya ingin nanti melihat karya mahasiswa ini bukan sebagai produk seni, tapi mungkin saya lebih cenderung pada sisi ungkapan intelektual,” ujar Bupati Dian.
Menurutnya, mahasiswa DKV memiliki kemampuan khas dalam melihat sebuah persoalan dari perspektif yang berbeda. Sebuah objek yang tampak biasa bagi kebanyakan orang dapat diterjemahkan seorang desainer menjadi pesan dengan beragam makna.
Karena itu, Dian mendorong mahasiswa tidak berhenti pada karya yang sekadar eye-catching, tetapi mampu menciptakan karya yang juga eye-opening.
“Kesan pertama boleh menggoda, selanjutnya lebih terpesona karena kita punya makna, punya arti yang mendalam,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi, kreativitas dan kolaborasi yang diperkuat dengan kecerdasan intelektual, sosial, emosional dan spiritual.
Dalam pandangan tersebut, desain bukan sekadar bagaimana sebuah pesan terlihat menarik. Lebih jauh, desain menjadi cara untuk menerjemahkan gagasan agar dapat dipahami masyarakat.
Tanpa gagasan yang kuat, kreativitas berisiko hanya menjadi pajangan atau dekorasi. Sebaliknya, gagasan yang tidak mampu dikomunikasikan juga akan sulit sampai kepada masyarakat.
“Metamorph” dan Ruang Tumbuh Kreativitas
Tema “Metamorph” yang diangkat dalam DKV Fest Vol. 7 menjadi relevan dengan proses yang sedang dijalani mahasiswa. Dunia desain terus berubah mengikuti perkembangan teknologi, komunikasi dan perilaku masyarakat.
Di tengah perubahan tersebut, mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan karya, tetapi juga terus berkembang dalam cara melihat persoalan.
Rangkaian DKV Fest Vol. 7 kemudian menjadi ruang untuk proses itu: karya dipertemukan dengan publik, gagasan dipertukarkan, dan jejaring kreatif dibangun melalui pameran, workshop, praktisi, komunitas maupun pertunjukan.
Panitia menyampaikan apresiasi kepada Universitas Kuningan, Fakultas Ilmu Komputer, Program Studi DKV, para dosen, sponsor, partner, pendukung, kreator dan peserta pameran, narasumber, komunitas, pengisi acara serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan festival.
Apresiasi juga diberikan kepada seluruh panitia yang telah mencurahkan waktu, tenaga, pikiran dan dedikasi sejak tahap persiapan hingga seluruh rangkaian kegiatan.
Pada akhirnya, DKV Fest Vol. 7 tidak hanya membawa puluhan karya dari berbagai negara ke ruang pamer UNIKU. Festival tersebut juga membuka percakapan yang lebih luas tentang bagaimana mahasiswa membaca perubahan, menggali inspirasi dari lingkungan, lalu menerjemahkannya menjadi karya yang memiliki pesan.
Di situlah “Metamorph” menemukan maknanya: perubahan bukan hanya sesuatu yang digambarkan melalui karya, tetapi juga proses yang dialami pembuatnya dalam belajar melihat dunia dengan cara yang berbeda.
Jurnalis/Penulis Gentra.id yang fokus pada analisis, berita, dan isu-isu terkini
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Guru Besar Unas Dukung Pendidikan Gratis, Anggaran Jadi Tantangan

Jelang Peparda Jabar 2026, Kesehatan Atlet NPCI Kabupaten Bogor Jadi Perhatian

DKV Fest Vol. 7 UNIKU Hadirkan 50 Karya dari 9 Negara

Pemkab Sumedang Dorong Penyelesaian Persoalan Pertanahan secara Transparan

Harga Dipangkas, Tiket PSGC Ciamis vs Semen Padang Ludes Terjual
