
Gentra.id-Pelajar tidak seharusnya hanya dipandang sebagai generasi penerus yang dipersiapkan untuk masa depan, lebih dari itu, pelajar merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah perubahan sejak hari ini.
Semangat tersebut menjadi pesan utama dalam Forsturiafest 2026 yang diselenggarakan Di Graha Universitas Muhammadiyah, Kota Tasikmalaya, pada Minggu, 11/10/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan potensi, menyampaikan gagasan, serta mengambil peran aktif dalam kehidupan sosial.
Pembimbing Forum Pelajar Tasikmalaya (Forpeltas), Usama Ahmad Rizal, menegaskan bahwa pelajar harus mendapatkan ruang yang lebih luas untuk terlibat dalam berbagai proses pengambilan keputusan dan pembangunan masyarakat.
Menurutnya, pelajar tidak cukup hanya dibekali pengetahuan untuk menghadapi masa depan, tetapi juga perlu diberikan kepercayaan dan kesempatan untuk berkontribusi pada masa kini.
“Pelajar bukan hanya generasi yang dipersiapkan untuk masa depan. Mereka adalah bagian dari masyarakat hari ini yang memiliki gagasan, kreativitas, dan kemampuan untuk membawa perubahan, karena itu, pelajar harus diberikan ruang untuk terlibat, bersuara, dan mengambil peran,” kata Rizal.
Ia menambahkan, pelajar Tasikmalaya memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan di daerahnya, potensi tersebut perlu didukung melalui ruang partisipasi yang terbuka, kegiatan positif, serta kolaborasi antara pelajar, masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.
Sementara itu, Ketua Umum Forum Pelajar Tasikmalaya, Restu Fadilah, menekankan pentingnya membangun kesadaran pelajar agar tidak hanya menjadi penonton dalam berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
Menurut Restu, pelajar perlu memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat, mengembangkan kreativitas, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Melalui Forsturiafest 2026, kami ingin menunjukkan bahwa pelajar memiliki potensi dan kapasitas untuk berkarya serta memberikan dampak positif. Kami ingin pelajar Tasikmalaya tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam menciptakan perubahan,” ujar Restu.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, kreativitas, dan partisipasi pelajar di Tasikmalaya, dengan demikian, organisasi pelajar tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga wadah untuk mengembangkan kepemimpinan dan melahirkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Forsturiafest 2026 diharapkan menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya ekosistem kepemudaan dan kepelajaran yang lebih inklusif, partisipatif, serta berorientasi pada dampak nyata, pungkasnya.
Melalui semangat tersebut, pelajar Tasikmalaya diharapkan mampu membuktikan bahwa kontribusi generasi muda tidak perlu menunggu masa depan, perubahan dapat dimulai sejak hari ini, melalui gagasan, karya, dan keberanian untuk mengambil peran.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Dinasti Literasi Hadir di Tasikmalaya, Sastra Tak Sekadar Dibaca tetapi Juga Dirayakan

Forsturiafest 2026: Pelajar Tasikmalaya Didorong Menjadi Subjek Perubahan, Bukan Sekadar Objek Masa Depan

Pesangreen dan Hijrah Ekologis Santri, Merawat Sungai hingga Membangun Ekonomi Sirkular

Tanam Kopi di Kutawaringin, GUSDURian Dorong Konservasi dan Kemandirian Warga

Ombudsman RI Dorong Perbaikan Pelayanan Publik Lewat Kekuatan Pengaruh
