
Gentra.id-TASIKMALAYA — Di tengah pembicaraan tentang pertumbuhan ekonomi dan dunia usaha, ada satu hal yang tidak kalah penting untuk dibicarakan: masa depan anak muda.
Pesan itu terasa dalam rangkaian Kopdarwil BPC HIPMI se-Priangan Timur yang digelar di Hotel Crown Tasikmalaya, Selasa, 8 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Tasikmalaya bersama STT Cipasung menyalurkan 20 beasiswa kepada mahasiswa.
Beasiswa tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian HIPMI Kabupaten Tasikmalaya terhadap dunia pendidikan. Lebih dari sekadar bantuan, program itu menjadi bagian dari upaya membangun jembatan antara dunia usaha dengan perguruan tinggi.
Di satu sisi, perguruan tinggi memiliki mahasiswa dengan gagasan, pengetahuan, dan potensi yang terus berkembang. Di sisi lain, dunia usaha memiliki pengalaman serta jejaring yang dapat menjadi ruang belajar bagi generasi muda.
Kolaborasi keduanya diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.
Ketua Bidang Pendidikan, Riset, Teknologi dan Ketenagakerjaan BPC HIPMI Kabupaten Tasikmalaya, Husni Mubarok, mengatakan pendidikan merupakan salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Menurut Husni, perhatian terhadap mahasiswa perlu diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat secara langsung. Beasiswa menjadi salah satu bentuk dukungan agar mahasiswa dapat mempertahankan keberlanjutan pendidikannya.
“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Karena itu, kami ingin mendorong agar kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi semakin kuat. Beasiswa ini merupakan salah satu bentuk nyata bagaimana kita bersama-sama memberikan dukungan kepada mahasiswa,” ujar Husni.
Bagi Husni, mahasiswa bukan sekadar kelompok yang sedang menempuh pendidikan di bangku perguruan tinggi. Mereka merupakan bagian penting dari generasi yang kelak akan mengisi berbagai ruang pembangunan.
Sebagian mungkin akan memilih menjadi pengusaha. Sebagian lainnya menjadi profesional, peneliti, birokrat, akademisi, atau penggerak perubahan di tengah masyarakat.
Karena itu, dukungan terhadap pendidikan mahasiswa dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi daerah.
Hal senada disampaikan Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Tasikmalaya, Fahmi Muzaki. Ia menegaskan, keberadaan HIPMI tidak semata-mata berbicara mengenai bagaimana pengusaha dapat tumbuh dan berkembang.
Menurut Fahmi, dunia usaha juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. Pendidikan menjadi salah satu sektor yang menurutnya penting mendapatkan perhatian.
“HIPMI hadir bukan hanya untuk berbicara tentang bagaimana pengusaha tumbuh, tetapi juga bagaimana keberadaan pengusaha bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Salah satunya melalui dukungan terhadap pendidikan dan generasi muda,” kata Fahmi.
Penyaluran 20 beasiswa tersebut menjadi bagian dari rangkaian Kopdarwil BPC HIPMI se-Priangan Timur. Momentum itu sekaligus memperlihatkan bahwa agenda dunia usaha dapat berjalan beriringan dengan kepentingan pembangunan sumber daya manusia.
Fahmi berharap kerja sama dengan STT Cipasung tidak berhenti pada penyaluran beasiswa. Ia membuka peluang agar kolaborasi tersebut berkembang ke berbagai bidang lain.
Mulai dari pengembangan kompetensi mahasiswa, kewirausahaan, riset, hingga membuka akses bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja dan dunia usaha secara lebih dekat.
Bagi mahasiswa, ruang semacam itu penting. Sebab, dunia kampus dan dunia kerja sering kali memiliki ritme yang berbeda. Pengetahuan yang diperoleh di ruang kelas perlu dipertemukan dengan pengalaman nyata agar mahasiswa memiliki gambaran yang lebih utuh tentang tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.
Kolaborasi antara HIPMI dan STT Cipasung diharapkan dapat menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan kedua dunia tersebut.
Di tengah kebutuhan daerah terhadap generasi muda yang adaptif, kreatif, dan kompetitif, keterlibatan berbagai pihak menjadi semakin penting. Pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat memiliki ruang masing-masing untuk mengambil bagian.
Penyaluran 20 beasiswa ini memang bukan angka yang besar jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa dan kebutuhan pendidikan secara keseluruhan. Namun, dari program tersebut terdapat pesan yang lebih luas: pendidikan tidak bisa berjalan sendirian.
Ada tangan-tangan lain yang dapat ikut menopang perjalanan mahasiswa hingga mereka mampu berdiri dengan kemampuan sendiri.
BPC HIPMI Kabupaten Tasikmalaya dan STT Cipasung pun diharapkan dapat melanjutkan kolaborasi tersebut dalam bentuk program-program yang lebih luas.
Sebab, membangun SDM bukan pekerjaan sehari. Ia membutuhkan waktu, konsistensi, dan kemauan untuk membuka ruang bagi generasi muda.
Dari sebuah beasiswa, mungkin hanya terlihat bantuan untuk menyelesaikan pendidikan. Namun di baliknya, ada harapan agar seorang mahasiswa kelak mampu menjadi seseorang yang memberi manfaat lebih besar bagi lingkungan di sekitarnya.
Dan dari situlah investasi pendidikan menemukan maknanya: bukan hanya membantu seseorang menyelesaikan kuliah, tetapi ikut menyiapkan manusia yang kelak dapat ikut membangun daerahnya.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Gandeng STT Cipasung, HIPMI Kabupaten Tasikmalaya Salurkan 20 Beasiswa

CAGEUR-AI IPB University Bekali Siswa Salawu Jadi Dokter Kecil dan Guru Melek AI

Milangkala Gong Perdamaian ke-17, Ini Pesan Herdiat untuk Generasi Muda Ciamis

220 Becak Listrik untuk Pengayuh Lansia Tasikmalaya Akhirnya Dibagikan

Demo Mahasiswa Sempat Ricuh, 10 Tuntutan Aksi Akhirnya Disepakati
