Kapolda Jabar Kunjungi Polres Garut, Kamtibmas Kini Berbasis Riset

11 Sep 2026, 21.23 WIB
WhatsAppSaluran
Kapolda Jabar Kunjungi Polres Garut, Kamtibmas Kini Berbasis Riset
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto saat melakukan kunjungan kerja ke Polres Garut, Jumat (11/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menekankan pentingnya menjaga Kamtibmas berbasis riset dan data serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi aktivitas masyarakat pada akhir pekan.CameraGentra.id/Istimewa

Gentra.id-Garut – Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak cukup hanya dengan menambah personel atau memperbanyak patroli. Bagi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., membaca keresahan masyarakat dari data dan riset menjadi bagian penting sebelum menentukan langkah kepolisian.

Pesan itu disampaikan Kapolda Jabar saat melakukan kunjungan kerja ke Polres Garut, Jumat (11/9/2026). Di hadapan jajaran kepolisian, ia menekankan pentingnya membangun pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) berdasarkan kondisi serta karakteristik persoalan di masing-masing daerah.

Jawa Barat, kata Pipit, bukan wilayah dengan persoalan yang seragam. Setiap daerah memiliki karakter masyarakat, potensi gangguan, hingga bentuk keresahan yang berbeda. Karena itu, pendekatan keamanan menurutnya tidak bisa menggunakan pola yang sama untuk seluruh wilayah.

Polda Jabar kemudian melakukan riset dengan melibatkan responden dari berbagai daerah. Riset tersebut diarahkan untuk mengetahui apa yang sebenarnya menjadi keresahan masyarakat, bagaimana persepsi mereka terhadap kepolisian, sekaligus apa yang diharapkan dari pelayanan Polri.

“Hasil riset tersebut menjadi bahan evaluasi kami. Apa yang tidak disukai masyarakat akan kita perbaiki. Kita berbasis riset dan data, kemudian kita analisa untuk menjadi bahan dalam mengambil langkah,” ujar Pipit.

Pendekatan tersebut berjalan beriringan dengan upaya membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Salah satunya melalui program salat Jumat keliling yang dilakukan Kapolda di sejumlah daerah di Jawa Barat.

Bagi Pipit, masjid tidak hanya menjadi tempat menjalankan ibadah, tetapi juga ruang untuk membangun percakapan sosial. Melalui pertemuan dengan ulama dan tokoh agama, kepolisian dapat menyampaikan pesan Kamtibmas sekaligus mendengar situasi yang berkembang di tengah masyarakat.

“Tujuannya sekaligus untuk bersilaturahmi dengan masyarakat dan memberikan pesan-pesan Kamtibmas, terutama kepada ulama dan tokoh agama di masjid untuk mengingatkan para orang tua dan adik-adik kita agar bersama-sama menjaga Kamtibmas,” katanya.

Pertandingan Persib vs Persija dan Kewaspadaan Akhir Pekan

Kunjungan Kapolda ke Garut juga berlangsung menjelang pertandingan yang mempertemukan dua kelompok pendukung klub sepak bola dengan rivalitas panjang, Persib Bandung dan Persija Jakarta.

Pipit meminta para pendukung kedua tim tidak menjadikan pertandingan sebagai alasan untuk mengganggu keamanan. Dukungan terhadap klub, menurutnya, tetap dapat diberikan dengan menjunjung sportivitas dan menjaga ketertiban.

“Kami mengucapkan selamat bertanding untuk Persib dan Persija. Namun, kami juga mengajak para pendukung Persib dan Persija untuk tetap menjaga kondusivitas dan mendukung timnya di tempat masing-masing,” ujarnya.

Jajaran kepolisian pun diminta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk mengantisipasi kegiatan nonton bareng (nobar) yang berpotensi mengumpulkan massa dalam jumlah besar.

“Semua saya perintahkan untuk siaga satu, untuk bersama-sama mengawal nobar,” tegasnya.

Namun perhatian kepolisian tidak hanya tertuju pada pertandingan sepak bola. Akhir pekan juga menjadi waktu ketika aktivitas masyarakat meningkat, terutama di kawasan wisata.

Garut, Bandung dan sejumlah daerah lain di Jawa Barat diperkirakan kembali dipenuhi masyarakat yang hendak menghabiskan waktu bersama keluarga. Bagi kepolisian, kondisi aman di kawasan wisata bukan sekadar persoalan keamanan, tetapi juga berkaitan langsung dengan roda ekonomi.

Ketika wisatawan datang, perputaran ekonomi ikut bergerak. UMKM, hotel, restoran hingga berbagai usaha masyarakat mendapatkan manfaat dari aktivitas tersebut.

“Besok adalah weekend. Jawa Barat memiliki beberapa daerah wisata. Kalau daerah wisata berjalan baik, ada sektor perekonomian yang mendukung pergerakan ekonomi yang ada di Jawa Barat, seperti UMKM, hotel dan yang lainnya. Ini tidak boleh terganggu,” kata Pipit.

Jawa Barat Harus Aman untuk Berkunjung

Karena itu, Kapolda meminta seluruh elemen masyarakat ikut menjaga suasana Jawa Barat agar tetap aman dan nyaman. Masyarakat yang datang untuk berwisata harus mendapatkan rasa terlindungi, bukan justru berhadapan dengan gangguan keamanan.

“Kami mengimbau semuanya untuk menjaga agar pariwisata berjalan baik. Orang yang berlibur di Bandung, Garut dan di Jawa Barat ini harus terayomi. Tidak boleh ada gangguan,” tegasnya.

Pipit menegaskan, kepolisian bersama stakeholder tidak akan membiarkan berbagai tindakan yang berpotensi mengganggu Kamtibmas. Imbauan yang disampaikan kepada masyarakat juga diikuti dengan kesiapan penegakan hukum apabila terjadi penyimpangan.

“Kami dari kepolisian bersama stakeholder akan melakukan tindakan tegas apabila terdapat penyimpangan atas imbauan tersebut,” pungkasnya.

Dari Garut, pesan yang dibawa Kapolda Jabar itu pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang kesiapan polisi menghadapi potensi gangguan. Ada pendekatan lain yang ingin diperkuat: keamanan harus dibangun dengan memahami masyarakat, mendengar keresahannya, membaca data, kemudian menerjemahkannya menjadi kebijakan.

Di tengah mobilitas warga yang meningkat pada akhir pekan, pertandingan sepak bola, aktivitas wisata dan perputaran ekonomi, Kamtibmas menjadi tanggung jawab yang tidak hanya berada di tangan aparat. Polisi menyiapkan pengamanan, sementara masyarakat diharapkan ikut menjaga ruang publik agar tetap aman bagi semua.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.