
Gentra.id-BANJAR – Ada pertemuan yang tidak selalu dimulai dari agenda pemerintahan. Sebagian justru tumbuh dari hubungan yang telah terjalin puluhan tahun, kemudian menemukan ruang baru untuk kembali berbincang dan berbagi gagasan.
Suasana itulah yang tergambar ketika Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, menerima kunjungan keluarga besar alumni Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran (Unpad) angkatan 70, bertempat di Pendopo Kota Banjar, Kamis, 10/9/2026
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari silaturahmi para alumni yang kembali menyambangi daerah dan bertemu dengan pemerintah daerah. Bagi para alumni, hubungan yang dibangun sejak masa perkuliahan tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan bangku kampus. Jejaring itu dapat terus hidup melalui pertemuan, komunikasi dan kontribusi di berbagai bidang.
Kunjungan tersebut juga mempertemukan pengalaman yang berbeda: dunia pemerintahan daerah di satu sisi dan pengalaman para alumni yang telah menjalani perjalanan panjang di bidang ekonomi maupun profesi masing-masing di sisi lainnya.
Bagi sebuah daerah seperti Kota Banjar, pertemuan semacam ini memiliki arti lebih dari sekadar agenda menerima tamu. Jejaring alumni perguruan tinggi dapat menjadi salah satu pintu untuk mempertemukan pemerintah dengan sumber daya manusia yang memiliki pengalaman, pengetahuan dan jaringan profesional.
Silaturahmi yang Menjaga Hubungan
Pertemuan alumni pada dasarnya selalu membawa cerita masa lalu. Ada nama-nama yang kembali disebut, pengalaman masa kuliah yang dikenang, hingga hubungan pertemanan yang tetap bertahan meski kehidupan membawa masing-masing orang ke jalan berbeda.
Angkatan 70 Fakultas Ekonomi Unpad merupakan bagian dari perjalanan panjang pendidikan ekonomi di Indonesia. Setelah menyelesaikan pendidikan, para alumninya kemudian menjalani kehidupan profesional di berbagai bidang.
Kini, ketika usia perjalanan mereka semakin panjang, pertemuan menjadi cara untuk menjaga hubungan sekaligus melihat kembali apa yang dapat dilakukan bersama.
Dalam konteks pemerintahan daerah, jejaring seperti ini dapat menjadi modal sosial. Pemerintah tidak hanya bekerja melalui struktur birokrasi, tetapi juga membutuhkan hubungan dengan berbagai kelompok masyarakat, kalangan profesional, akademisi dan dunia usaha.
Kunjungan keluarga besar alumni FE Unpad angkatan 70 kepada Wali Kota Banjar memperlihatkan bagaimana hubungan antarmanusia dan jejaring pendidikan dapat tetap menemukan relevansinya dalam kehidupan daerah.
Dari Kampus ke Ruang Pengabdian
Pendidikan ekonomi tidak berhenti pada teori yang dipelajari di ruang kuliah. Pengalaman yang diperoleh alumni selama puluhan tahun menjadi bagian dari pengetahuan yang dapat dibagikan kembali kepada masyarakat.
Di tengah kebutuhan daerah untuk memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka peluang kerja sama, pengalaman para profesional menjadi salah satu sumber pengetahuan yang bernilai.
Karena itu, pertemuan pemerintah daerah dengan alumni perguruan tinggi dapat dilihat sebagai ruang awal untuk membuka kemungkinan kolaborasi.
Bukan berarti setiap kunjungan harus berakhir dengan sebuah program. Kadang, sebuah percakapan justru menjadi langkah pertama untuk menemukan persoalan, membaca potensi dan mengenali siapa saja yang dapat diajak bekerja bersama.
Bagi Kota Banjar, hubungan dengan jaringan alumni seperti ini berpotensi menjadi bagian dari modal sosial pembangunan daerah.
Menjaga Jejaring di Tengah Perubahan
Waktu mengubah banyak hal. Orang-orang yang dahulu bertemu di ruang kuliah kini telah melewati berbagai fase kehidupan. Namun, satu hal yang sering bertahan adalah jejaring yang dibangun sejak masa muda.
Pertemuan alumni menjadi cara untuk menjaga jejaring tersebut agar tidak berhenti sebagai kenangan.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga membutuhkan jejaring yang luas. Pembangunan tidak hanya membutuhkan anggaran dan kebijakan, tetapi juga gagasan, pengalaman, kolaborasi serta keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
Pertemuan Wali Kota Banjar dengan keluarga besar alumni FE Unpad angkatan 70 akhirnya dapat dibaca sebagai pertemuan dua hal tersebut: kenangan atas perjalanan akademik dan kemungkinan kontribusi pada masa kini.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

APBD Perubahan 2026 Tasikmalaya Fokus Perkuat Infrastruktur Publik dan Pelayanan

19 Kali Membobol Minimarket, Komplotan Ini Masuk Lewat Atap

Viral di Media Sosial, Aksi Pria Acungkan Celurit di Depan Truk Berujung Penangkapan

Alumni FE Unpad Angkatan 70 Sambangi Wali Kota Banjar, Silaturahmi dan Jejaring Jadi Bahasan

Ombudsman Temukan Persoalan MBG di KBB, SPPG Bermasalah Didorong Diblacklist
