Katasik Arrazak Ditanami Pohon, Ruang Hijau Kota Tasikmalaya Mulai Dirawat Bersama

16 Sep 2026, 13.06 WIB
WhatsAppSaluran
Katasik Arrazak Ditanami Pohon, Ruang Hijau Kota Tasikmalaya Mulai Dirawat Bersama
Penanaman pohon produktif di kawasan KATASIK ARRAZAK, Kelurahan Sukanagara, Kota Tasikmalaya, Selasa (15/9/2026), melibatkan Koramil 1209/Cibeureum Kodim 0612/Tasikmalaya, pemerintah daerah, CDK Wilayah VI Jawa Barat, TNI-Polri, Karang Taruna, tokoh masyarakat dan warga.CameraDiskominfo

Gentra.id-TASIKMALAYA — Sebuah kawasan wisata tematik di Kelurahan Sukanagara, Kota Tasikmalaya, Selasa, 15 September 2026, mulai ditumbuhi harapan baru. Bukan dalam bentuk bangunan atau ornamen wisata, melainkan bibit pohon mangga dan lengkeng yang ditanam bersama oleh unsur TNI, pemerintah, dan masyarakat.

Kawasan tersebut adalah KATASIK ARRAZAK. Tempat yang kini diarahkan tidak hanya sebagai kawasan wisata tematik, tetapi juga sebagai ruang hijau yang dapat memberi manfaat ekologis sekaligus sosial bagi warga sekitar.

Koramil 1209/Cibeureum Kodim 0612/Tasikmalaya bersama Kelurahan Sukanagara menjadi bagian dari kegiatan penanaman pohon produktif tersebut. Kegiatan digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 TNI, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat penghijauan di wilayah perkotaan.

Di lokasi, penanaman tidak berjalan sebagai kegiatan satu institusi. Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VI Provinsi Jawa Barat hadir bersama unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, penyuluh, Karang Taruna, tokoh masyarakat hingga warga.

Pohon yang dipilih pun bukan sekadar tanaman penghijauan. Mangga dan lengkeng merupakan tanaman buah produktif yang ketika tumbuh besar dapat memberikan manfaat lebih panjang bagi lingkungan maupun masyarakat.

Bibit pohon tersebut mendapat dukungan dari CDK Wilayah VI Provinsi Jawa Barat dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya. Pilihan tanaman produktif membuat kegiatan penghijauan memiliki dua sisi sekaligus: menjaga lingkungan dan membuka kemungkinan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Di tengah kota yang terus bergerak dan membutuhkan ruang untuk aktivitas warganya, keberadaan ruang hijau menjadi bagian penting dari kualitas lingkungan. Pohon tidak hanya berdiri sebagai penghias kawasan, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem yang dirawat dalam jangka panjang.

Danramil 1209/Cibeureum memandang penanaman tersebut sebagai bentuk kolaborasi antara TNI, pemerintah dan masyarakat. Gagasan utamanya bukan berhenti pada seremoni menanam, tetapi menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Termasuk di dalamnya menjaga kelestarian alam sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Bagi Kota Tasikmalaya, penghijauan di KATASIK ARRAZAK juga dikaitkan dengan program prioritas daerah, khususnya Tasik Nyaman dan Tasik Resik. Penambahan ruang hijau diharapkan ikut membangun lingkungan kota yang lebih asri, nyaman dan berkelanjutan.

Kepala CDK Wilayah VI Jawa Barat turut mengapresiasi kolaborasi tersebut. Tanaman buah produktif dinilai memiliki fungsi ekologis sekaligus nilai ekonomis bagi masyarakat.

Namun, tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah bibit ditanam.

Pohon yang baru ditanam membutuhkan air, perhatian dan pemeliharaan. Tanpa perawatan, kegiatan penghijauan mudah berhenti sebagai dokumentasi satu hari. Sebaliknya, jika dirawat bersama, bibit-bibit tersebut perlahan dapat mengubah wajah kawasan.

Lurah Sukanagara menyampaikan bahwa KATASIK ARRAZAK dipilih karena memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ruang hijau di wilayah kelurahan.

Gotong royong menjadi kata penting dalam kegiatan tersebut. Sebab, ruang hijau publik pada akhirnya bukan hanya milik pemerintah atau lembaga yang menanamnya. Ketika pohon tumbuh, manfaatnya juga kembali kepada masyarakat yang berada di sekitarnya.

Dari bibit mangga dan lengkeng yang ditanam pada Selasa itu, ada pekerjaan yang lebih panjang: memastikan tanaman bertahan, tumbuh, dan menjadi bagian dari kawasan.

Dengan demikian, KATASIK ARRAZAK tidak hanya berbicara tentang sebuah kawasan wisata tematik. Ia juga sedang diarahkan menjadi ruang tempat pepohonan tumbuh, warga berkumpul, dan lingkungan kota mendapat ruang untuk bernapas.

Harapannya sederhana, tetapi membutuhkan waktu: pohon-pohon itu tidak berhenti sebagai simbol peringatan HUT ke-81 TNI. Ia tumbuh menjadi bagian dari wajah Sukanagara dan memberi manfaat bagi warga dalam jangka panjang.

Sebab penghijauan sesungguhnya bukan tentang seberapa banyak pohon ditanam dalam satu hari. Ukurannya adalah berapa banyak yang tetap hidup setelah bertahun-tahun kemudian.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.