Kimpul Mendadak Viral di TikTok, Kenali Umbi Lokal Kaya Nutrisi yang Mulai Naik Daun

8 Agu 2026, 10.43 WIB
WhatsAppSaluran
Kimpul Mendadak Viral di TikTok, Kenali Umbi Lokal Kaya Nutrisi yang Mulai Naik Daun
Ilustrasi Kimpul bahan makanan yang lagi viral di media sosial /CameraPexels

Gentra.id-Belakangan ini, media sosial TikTok diramaikan dengan berbagai video kreasi masakan berbahan dasar kimpul. Banyak warganet yang awalnya mengira kimpul adalah istilah gaul atau nama makanan baru, padahal bahan pangan ini merupakan salah satu umbi-umbian lokal Indonesia yang telah lama dikenal masyarakat, terutama di pedesaan. Berkat kreativitas para kreator konten, kimpul kini kembali mencuri perhatian dan bahkan disebut-sebut sebagai alternatif pengganti kentang maupun nasi. 

Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial mampu menghidupkan kembali popularitas pangan lokal yang selama bertahun-tahun mulai terlupakan. Tidak hanya menarik perhatian karena tampilannya yang menggugah selera, kimpul juga dinilai memiliki kandungan gizi yang cukup baik untuk dikonsumsi sehari-hari.

Apa Itu Kimpul?

Kimpul merupakan tanaman umbi dari keluarga talas-talasan (Araceae) dengan nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium. Di berbagai daerah Indonesia, umbi ini memiliki nama yang berbeda-beda, seperti mbote, bentul, talas Belitung, glitung, hingga genjlong. Meski masih satu keluarga dengan talas, kimpul memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari bentuk maupun teksturnya. 

Umbinya berwarna putih hingga kekuningan dengan tekstur yang lembut setelah direbus. Rasanya gurih, sedikit manis alami, dan cukup mengenyangkan. Karena itulah banyak orang menyebut cita rasa kimpul sebagai perpaduan antara kentang, singkong, dan talas.

Mengapa Kimpul Bisa Viral?

Popularitas kimpul berawal dari sejumlah kreator TikTok yang mengolahnya menjadi berbagai menu modern. Alih-alih hanya direbus atau digoreng seperti biasanya, kimpul disulap menjadi mashed potato, lasagna, arancini, pizza, pancake ala Korea, hingga seblak.

Kreasi tersebut membuat banyak pengguna media sosial penasaran. Mereka tidak hanya ingin mencicipinya, tetapi juga mulai mencari tahu apa sebenarnya kimpul dan bagaimana cara mengolahnya.

Fenomena ini sejalan dengan berbagai penelitian yang menyebutkan bahwa algoritma TikTok mampu mempercepat penyebaran tren kuliner melalui konten visual yang menarik dan mudah dibagikan. 

Kandungan Gizi Kimpul

Di balik tampilannya yang sederhana, kimpul menyimpan berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Umbi ini mengandung:

-Karbohidrat kompleks sebagai sumber energi.

-Serat pangan yang membantu kesehatan pencernaan.

-Vitamin C yang berperan dalam menjaga daya tahan tubuh.

-Kalium yang membantu menjaga tekanan darah.

-Beberapa mineral penting seperti kalsium dan fosfor dalam jumlah tertentu.

-Selain itu, kimpul secara alami bebas gluten sehingga dapat menjadi pilihan bagi sebagian orang yang membatasi konsumsi gluten. 

Manfaat Kimpul untuk Kesehatan

Apabila diolah dengan benar, kimpul dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan.

Pertama, kandungan karbohidrat kompleks membuat energi dilepaskan secara bertahap sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama.

Kedua, seratnya membantu memperlancar sistem pencernaan sekaligus mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus.

Ketiga, vitamin C di dalamnya berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari paparan radikal bebas.

Keempat, kandungan kalium mendukung fungsi otot dan membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Meski demikian, manfaat tersebut tetap perlu diimbangi dengan pola makan yang beragam dan gaya hidup sehat.

Cara Mengolah Kimpul yang Benar

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah cara pengolahannya. Sebagaimana keluarga talas lainnya, kimpul mengandung kristal kalsium oksalat yang dapat menyebabkan rasa gatal apabila tidak dimasak dengan benar.

Karena itu, beberapa langkah berikut disarankan:

-Kupas kulit menggunakan sarung tangan bila diperlukan.

-Cuci hingga bersih.

-Rendam beberapa saat dalam air garam.

-Rebus atau kukus hingga benar-benar matang sebelum diolah menjadi berbagai hidangan.

-Dengan proses tersebut, rasa gatal biasanya akan hilang sehingga kimpul lebih nyaman dikonsumsi. 

Inspirasi Menu Berbahan Kimpul

Kini, olahan kimpul tidak lagi terbatas pada makanan tradisional. Beberapa menu yang mulai populer antara lain:

-Kimpul rebus sebagai pengganti nasi.

-Keripik kimpul.

-Perkedel kimpul.

-Kimpul panggang.

-Mashed kimpul.

-Pizza berbahan kimpul.

-Seblak kimpul.

-Kolak kimpul.

-Sup krim kimpul.

Kreativitas tersebut membuktikan bahwa bahan pangan lokal mampu bersaing dengan bahan impor apabila dikemas secara menarik.

Potensi Mendukung Ketahanan Pangan

Viralnya kimpul juga membuka diskusi mengenai pentingnya diversifikasi pangan di Indonesia. Selama ini masyarakat masih sangat bergantung pada beras sebagai sumber karbohidrat utama.

Padahal Indonesia memiliki banyak komoditas lokal seperti singkong, ubi jalar, garut, suweg, ganyong, dan kimpul yang memiliki potensi besar sebagai alternatif pangan.

Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap pangan lokal, petani juga berpeluang memperoleh pasar yang lebih luas. Kondisi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan tertentu.

Tantangan Mengembangkan Kimpul

Meski sedang populer, kimpul masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah ketersediaannya yang belum merata di pasar modern. Sebagian besar masyarakat perkotaan bahkan belum pernah melihat bentuk umbi ini secara langsung.

Di sisi lain, regenerasi petani yang semakin berkurang turut memengaruhi keberlanjutan budidaya tanaman lokal seperti kimpul. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pemerintah, pelaku usaha, hingga komunitas kuliner untuk mengenalkan kembali pangan lokal kepada masyarakat.

Penutup

Tren viral kimpul di TikTok menjadi bukti bahwa media sosial tidak hanya mampu menciptakan hiburan, tetapi juga mengangkat kembali kekayaan pangan tradisional Indonesia. Dari sekadar umbi yang dahulu sering dipandang sebelah mata, kimpul kini tampil sebagai bahan makanan modern yang kaya manfaat dan memiliki potensi ekonomi.

Apabila semakin banyak masyarakat yang tertarik mengonsumsi serta mengembangkan olahan kimpul, bukan tidak mungkin umbi lokal ini akan menjadi salah satu ikon diversifikasi pangan Indonesia. 

Di tengah tantangan ketahanan pangan dan meningkatnya kesadaran hidup sehat, menghidupkan kembali konsumsi pangan lokal seperti kimpul merupakan langkah sederhana yang dapat membawa manfaat besar bagi kesehatan, petani, dan masa depan pangan nasional.

Nanang AH
Nanang AH

Wartawan senior Gentra.id yang berfokus pada analisis hukum, politik, dan kebijakan publik di Indonesia.

Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.