
Gentra.id-TASIKMALAYA — Kepulan asap dan kobaran api membuat warga Kampung Warung Bandung, Desa Cibalanarik, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, panik pada Senin (10/8/2026) siang.
Api membakar lahan kosong milik warga bernama Aang dengan luas sekitar 200 meter persegi. Kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 12.30 WIB.
Informasi dari Ajmi Fazari warga setempat menyebutkan, api diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar lahan.
Awalnya, api diperkirakan masih dapat dikendalikan. Namun, kobaran api kemudian membesar dan menjalar ke area lahan kosong yang terdapat material mudah terbakar.
Warga yang melihat api semakin membesar berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.
Situasi menjadi mengkhawatirkan karena lokasi lahan berada tidak jauh dari rumah warga. Masyarakat khawatir api terus merembet dan menimbulkan kebakaran yang lebih luas.
Tak ingin mengambil risiko, warga kemudian menghubungi Call Center Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tasikmalaya.
Petugas Damkar Bergerak ke Lokasi
Laporan kebakaran diterima petugas Damkar Kabupaten Tasikmalaya, Yayu Rahayu sekitar pukul 12.45 WIB.
Tidak berselang lama, Regu 1 langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 12.47 WIB dengan mengerahkan sejumlah kendaraan pemadam.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 13.20 WIB. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman terhadap area yang terbakar.
Selain memadamkan api, petugas juga melakukan proses pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik api yang masih berpotensi memicu kebakaran susulan.
Penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 13.45 WIB. Setelah dilakukan pemadaman dan penyisiran, kondisi di lokasi dinyatakan aman.
Dalam operasi tersebut, Damkar Kabupaten Tasikmalaya mengerahkan satu unit Fire Truck 03, satu unit Fire Jeep, dan satu unit Isuzu.
Tidak Ada Korban Jiwa
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran lahan kosong tersebut.
Laporan kajian cepat Damkar Kabupaten Tasikmalaya juga belum mencatat adanya kerugian material akibat kejadian tersebut.
Meski demikian, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran sampah perlu dilakukan dengan sangat hati-hati.
Api yang berasal dari pembakaran sampah dapat dengan cepat menjalar ketika mengenai rumput, semak atau material kering di sekitarnya.
Terlebih ketika pembakaran dilakukan di sekitar lahan kosong yang memiliki vegetasi kering.
Warga Diminta Tidak Membakar Sampah Sembarangan
Kebakaran di Cibalanarik tersebut memperlihatkan bagaimana aktivitas sederhana seperti membakar sampah dapat berkembang menjadi persoalan serius apabila api kehilangan kendali.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak membakar sampah secara sembarangan, terutama di dekat lahan kosong, semak-semak, pepohonan maupun bangunan.
Jika pembakaran dilakukan, api harus benar-benar dipastikan padam dan tidak menyisakan bara yang dapat tertiup angin atau menjalar ke material mudah terbakar.
Masyarakat juga diminta segera melapor apabila melihat titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.
Untuk wilayah Kabupaten Tasikmalaya, laporan kejadian kebakaran dapat disampaikan melalui Call Center Damkar Kabupaten Tasikmalaya di
nomor 0265-548113 atau 0811-2355-113.
Kecepatan laporan menjadi salah satu faktor penting agar petugas dapat segera melakukan penanganan sebelum api meluas.
Wartawan senior Gentra.id yang berfokus pada analisis hukum, politik, dan kebijakan publik di Indonesia.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Lahan Kosong Terbakar di Tanjungjaya Tasikmalaya, Api Nyaris Merembet ke Rumah Warga

5 Hektare Perkebunan Jati di Garut Terbakar, Diduga dari Pembakaran Sampah

FBTI Dorong Penguatan Ruang Keberagaman di Tasikmalaya. Asep Rizal : Ruang Komunikasi dan Silaturahmi Perlu Dibuka

Kenapa Banyak Orang Betah di Toxic Relationship? Ini 7 Alasannya

KPAI Desak Audit Total MBG, Kasus Keracunan Anak Dinilai Bukan Sekadar Kelalaian
