Mengenang Danny Setiawan, Jejak Birokrat yang Jadi Gubernur Jabar

19 Sep 2026, 15.24 WIB
WhatsAppSaluran
Mengenang Danny Setiawan, Jejak Birokrat yang Jadi Gubernur Jabar
Mengenang perjalanan karir mantan Gubernur Jawa Barat, Danny Setiawan yang kini telah wafat, pada Sabtu, 19 September 2026CameraWikimedia

Gentra.id-BANDUNG — Ada perjalanan karier yang dibangun melalui panggung politik. Ada pula yang tumbuh perlahan dari meja-meja birokrasi, melewati kantor kecamatan, kabupaten, hingga akhirnya sampai ke Gedung Sate.

Danny Setiawan menempuh jalan yang kedua.

Mantan Gubernur Jawa Barat periode 2003–2008 itu meninggal dunia pada Sabtu, 19 September 2026, dalam usia 81 tahun. Kepergiannya kembali mengingatkan pada sebuah catatan penting dalam sejarah pemerintahan Jawa Barat: Danny dikenal sebagai pejabat karier birokrasi yang berhasil mencapai kursi tertinggi di Pemerintah Provinsi Jawa Barat setelah meniti jenjang pemerintahan dari bawah.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan kabar duka tersebut. Ia mengenang Danny sebagai sosok yang meninggalkan karya bagi Jawa Barat, baik ketika menjabat Sekretaris Daerah maupun saat menjadi gubernur.

“Saya meyakini Danny Setiawan adalah ahli kebaikan. Banyak karya yang diperbuat demi kemajuan Provinsi Jabar, baik saat menjadi Sekda maupun saat menjadi gubernur,” ujar Dedi, dalam media sosialnya.

Dari Camat hingga Gedung Sate

Danny Setiawan lahir pada 28 Agustus 1945. Jalan panjangnya sebagai birokrat dimulai pada 1968 ketika ia dipercaya menjadi Camat Cimarga, Kabupaten Lebak.

Dari posisi tersebut, kariernya bergerak melewati sejumlah penugasan. Ia pernah menjadi Wakil KPS Ransiki di Manokwari, sebelum kemudian dipercaya menjadi Sekretaris Wilayah Daerah Kabupaten Lebak pada 1977–1984.

Pengalaman di tingkat daerah itu menjadi bagian dari perjalanan panjangnya menuju lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Di Pemprov Jabar, Danny pernah menduduki sejumlah jabatan strategis. Ia tercatat pernah menjadi Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Jawa Barat, Kepala Biro Keuangan, serta Kepala Biro Pembangunan Daerah.

Pada 1994–1997, Danny dipercaya menjadi Kepala Dinas Pendapatan Daerah Jawa Barat. Setelah itu, ia menjalani tugas sebagai Asisten Administrasi Pembangunan sebelum akhirnya dipercaya menduduki jabatan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat pada 1998.

Jabatan Sekda menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya. Dari posisi tersebut, Danny kemudian sampai pada puncak karier birokrasi: memimpin Jawa Barat sebagai gubernur.

Lima Tahun Memimpin Jawa Barat

Pada 13 Juni 2003, Danny Setiawan dilantik menjadi Gubernur Jawa Barat ke-12 untuk masa jabatan 2003–2008. Ia menjalankan pemerintahan bersama Wakil Gubernur Nu’man Abdul Hakim.

Kenaikan Danny ke kursi gubernur menjadi catatan tersendiri karena latar belakangnya bukan berasal dari karier militer, melainkan birokrasi pemerintahan.

Istrinya, Rinania Sastrawiguna, pernah menyebut Danny sebagai pejabat karier pertama yang menjadi Gubernur Jawa Barat. Pernyataan tersebut disampaikan ketika keluarga Danny mengunjungi Gedung Negara Pakuan pada Februari 2025.

“Pak Danny adalah pejabat karier pertama yang menjadi Gubernur Jabar, karena sebelumnya semua berlatar belakang militer,” tutur Rinania.

Dengan demikian, perjalanan Danny bukan sekadar perpindahan jabatan dari satu posisi ke posisi lainnya. Ia memperlihatkan jenjang panjang seorang aparatur pemerintahan yang dimulai dari tingkat kecamatan, berlanjut ke kabupaten, kemudian provinsi, sebelum akhirnya dipercaya memimpin seluruh Jawa Barat.

Pendidikan yang Mengiringi Karier

Perjalanan birokrasi Danny juga berjalan beriringan dengan pendidikan.

Ia merupakan lulusan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Bandung dan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Malang. Pada 2000, Danny menyelesaikan pendidikan Magister Kebijakan Publik di Universitas Padjadjaran.

Ia juga mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan pemerintahan, termasuk program kepemimpinan di University of Pittsburgh, Amerika Serikat, serta pendidikan Sekolah Perwira Cadangan (Sepacad) ABRI di Rindam VIII Brawijaya.

Pengalaman pendidikan tersebut menjadi bagian dari bekal panjang Danny dalam menjalani berbagai tugas pemerintahan yang dipercayakan kepadanya.

Pengabdian yang Berbuah Penghargaan

Puluhan tahun berada dalam pemerintahan membuat Danny juga menerima sejumlah penghargaan.

Di antaranya Satyalancana Karya Satya pada 1998, Satyalancana Wira Karya pada 2000, serta Satyalancana Wira Karya Koperasi pada 2004.

Penghargaan tersebut tercatat dalam rekam jejak pengabdiannya sebagai birokrat sebelum maupun ketika berada di puncak pemerintahan Jawa Barat.

Namun, yang paling menonjol dari perjalanan Danny justru bukan semata daftar jabatan dan penghargaan. Ia meninggalkan catatan tentang bagaimana karier seorang birokrat dapat berkembang secara bertahap hingga mencapai posisi gubernur.

Di Mata Dedi Mulyadi

Setelah Danny wafat, kenangan mengenai sosoknya kembali muncul dari sejumlah pihak.

Dedi Mulyadi menyebut Danny bukan hanya sebagai mantan gubernur, tetapi juga sosok yang memberikan pengaruh terhadap perjalanan kariernya. Dedi mengaku telah mengenal Danny sejak dirinya menjadi Wakil Bupati Purwakarta ketika Danny menjabat Sekda Jawa Barat.

Menurut Dedi, Danny juga memberikan dukungan dan gagasan ketika dirinya maju dalam pemilihan bupati untuk periode pertama.

Dedi turut mengenang Danny melalui kiprahnya dalam pembangunan ekonomi pedesaan, termasuk program Raksa Desa dan Raksa Balarea.

Sabtu itu, Gedung Sate menjadi salah satu tempat penghormatan terakhir sebelum jenazah Danny diberangkatkan menuju pemakaman keluarga di Cihuni, Purwakarta.

Perjalanan Danny Setiawan pun sampai pada akhirnya.

Dari seorang camat pada 1968, ia bergerak melewati puluhan tahun pengabdian di birokrasi, menjadi Sekda Jawa Barat, kemudian dipercaya memimpin provinsi pada 2003–2008.

Ia meninggalkan sebuah catatan dalam sejarah pemerintahan Jawa Barat: bahwa jalan menuju Gedung Sate pernah ditempuh melalui lorong panjang birokrasi, dari tingkat kecamatan hingga pucuk pemerintahan provinsi.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.