Pemkab Garut Raih Penghargaan IIGCE 2026, Bukti Komitmen Kembangkan Energi Panas Bumi

21 Agu 2026, 18.56 WIB
WhatsAppSaluran
Pemkab Garut Raih Penghargaan IIGCE 2026, Bukti Komitmen Kembangkan Energi Panas Bumi
Pemkab Garut meraih penghargaan dalam ajang The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (20/8/2026).CameraDiskominfo

Gentra.id-GARUT — Pemerintah Kabupaten Garut kembali mendapat pengakuan atas komitmennya dalam mengembangkan energi terbarukan. Pemkab Garut meraih penghargaan dalam ajang The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (20/8/2026).

Penghargaan tersebut diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, yang hadir mewakili Bupati Garut. Ia didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Garut, Ridwan Effendi.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kepeloporan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Garut dalam pengembangan serta pemanfaatan energi panas bumi atau geothermal.

Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi Garut sebagai salah satu daerah yang memiliki peran penting dalam pengembangan energi bersih di Jawa Barat.

Panas Bumi Jadi Potensi Strategis Garut

Garut selama ini dikenal memiliki potensi panas bumi yang besar. Potensi tersebut tidak hanya menjadi sumber energi alternatif, tetapi juga bagian dari upaya mendukung ketahanan energi dan mempercepat transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan informasi Pemkab Garut, pemanfaatan energi panas bumi telah mendukung pemenuhan kebutuhan listrik daerah sekitar 126 megawatt (MW). Sementara itu, total kapasitas terpasang pembangkit panas bumi yang bersumber dari kawasan Kamojang dan Darajat disebut mencapai sekitar 270 MW.

Dengan kapasitas tersebut, Garut menjadi salah satu daerah penyumbang energi terbarukan yang cukup signifikan di Jawa Barat.

Energi panas bumi memiliki keunggulan karena merupakan sumber energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dengan emisi yang relatif lebih rendah dibandingkan pembangkit berbasis bahan bakar fosil.

Penghargaan Bukan Sekadar Seremonial

Sekda Garut Nurdin Yana menilai penghargaan tersebut bukan sekadar simbol apresiasi. Menurutnya, penghargaan justru menjadi amanah bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat komitmen terhadap pengembangan energi bersih.

“Penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan amanah untuk terus memperkuat komitmen terhadap energi bersih. Potensi panas bumi Garut harus mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujar Nurdin Yana.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengembangan geothermal di Garut diharapkan tidak berhenti pada aspek produksi energi. Potensi tersebut juga perlu memberikan dampak nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah pengembangan.

Kolaborasi Jadi Kunci

Pengembangan energi panas bumi di Garut melibatkan berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Garut berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan pelaku usaha dalam mendorong pemanfaatan potensi geothermal.

Sejumlah pihak yang terlibat antara lain Dewan Energi Nasional (DEN), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), serta Star Energy.

Kolaborasi tersebut menjadi penting karena pengembangan panas bumi membutuhkan dukungan dari sisi regulasi, investasi, teknologi, pengelolaan lingkungan hingga pemberdayaan masyarakat.

Selain menghasilkan energi, pengembangan panas bumi juga diharapkan dapat menciptakan manfaat ekonomi bagi daerah dan masyarakat di sekitar kawasan proyek.

Tantangan Berikutnya: Manfaat untuk Masyarakat

Penghargaan IIGCE 2026 menjadi momentum bagi Pemkab Garut untuk meningkatkan kualitas pengelolaan potensi panas bumi. Tantangan berikutnya adalah memastikan keberadaan proyek geothermal benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan Dana Bonus Produksi agar manfaat dari aktivitas pengembangan panas bumi dapat dirasakan masyarakat di sekitar wilayah kerja.

Dengan tata kelola yang baik, panas bumi tidak hanya dipandang sebagai sumber listrik, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah.

Bagi Garut, penghargaan IIGCE 2026 menjadi penanda bahwa potensi energi lokal memiliki arti strategis dalam agenda transisi energi nasional.

Ke depan, Pemkab Garut didorong untuk mempertahankan kolaborasi dengan pemerintah pusat, pengembang dan masyarakat, sekaligus memastikan pengembangan energi geothermal tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kesejahteraan warga.

Dengan potensi panas bumi yang besar, Garut memiliki peluang untuk terus mengambil peran dalam pengembangan energi bersih sekaligus menjadikan sumber daya alam tersebut sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.