Rehabilitasi Irigasi Cikunten II Dikebut, Pemerintah Bidik Produktivitas Pertanian Tasikmalaya

22 Agu 2026, 20.50 WIB
WhatsAppSaluran
Rehabilitasi Irigasi Cikunten II Dikebut, Pemerintah Bidik Produktivitas Pertanian Tasikmalaya
Kegiatan peninjauan sekaligus pemaparan progres pembangunan infrastruktur sumber daya air melalui rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Cikunten II berlangsung Sabtu, 22 Agustus 2026, di Kompleks Perkantoran Gedung Bupati Tasikmalaya, Singaparna, yang berada di sekitar proyek irigasi Sungai Cikunten.CameraNanang AH/Gentra.id

Gentra.id-TASIKMALAYA — Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy terus memperkuat pembangunan infrastruktur sumber daya air melalui rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Cikunten II.

Kegiatan peninjauan sekaligus pemaparan progres pembangunan tersebut berlangsung Sabtu, 22 Agustus 2026, di Kompleks Perkantoran Gedung Bupati Tasikmalaya, Singaparna, yang berada di sekitar proyek irigasi Sungai Cikunten.

Sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah hadir dalam kegiatan tersebut. Dari pemerintah pusat antara lain Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Nadjib Faisal, Staf Khusus Menteri Bidang Percepatan Pembangunan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Irjen Pol Arif Rahman; Brigjen Pol Roby Karya Adi dari BNN; serta Brigjen Rioneswan selaku Tenaga Ahli Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Sementara dari jajaran Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya hadir Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, bersama Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, pimpinan BUMD, serta jajaran terkait lainnya.

Dari unsur teknis pekerjaan infrastruktur, hadir pula Kepala BBWS Citanduy Roy Panagom Pardede beserta tim, yang memberikan pemaparan mengenai progres rehabilitasi jaringan DI Cikunten II.

Dalam sambutannya, Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan BBWS Citanduy atas perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di wilayahnya.

Ia menilai pembangunan di kawasan Sungai Cikunten memberikan perubahan terhadap kawasan yang sebelumnya masih menghadapi persoalan lingkungan dan tata ruang.

"Di wilayah bantaran Sungai Cikunten ini memang relatif kumuh, banyak bangunan-bangunan liar. Nah, sekarang dengan dibangun ini, ini menjadi lebih terbuka," ujar Cecep.

Namun, Cecep mengingatkan agar penataan tersebut tidak berhenti setelah proyek selesai. Ia meminta seluruh pihak bersama masyarakat menjaga kawasan tersebut agar tidak kembali dipenuhi bangunan liar maupun sampah.

"Jangan sampai selesai nanti ini dibangun, nanti ada bangli-bangli lagi," katanya.

Cecep juga mendorong adanya penghijauan di sepanjang bantaran Sungai Cikunten. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan unsur kehutanan Jawa Barat untuk melakukan penanaman pohon di kawasan tersebut.

Rehabilitasi DI Cikunten II

Dalam pemaparannya, Kepala BBWS Citanduy Roy Panagom Pardede menjelaskan bahwa pekerjaan yang tengah berjalan merupakan bagian dari rehabilitasi jaringan DI CikuntenII.

Salah satu paket pekerjaan mencakup perbaikan saluran primer sepanjang sekitar 11,3 kilometer, berikut sejumlah saluran sekunder dibagian hilir

Sistem DI Cikunten II memperoleh suplai air dari dua bendungan, yaitu Bendungan Ciwulan dan Bendungan Cimerah

"Jadi dua bendungan, Bendungan Ciwulan dan Bendungan Cimerah. Suplai Ciwulan ke Cimerah, dari Cimerah ke irigasinya," jelas Roy.

Menurutnya, salah satu persoalan yang dihadapi adalah keterbatasan debit pada Bendungan Cimerah. Karena itu, suplai dari Bendungan Ciwulan menjadi bagian penting untuk mendukung kebutuhan air pada jaringan irigasi.

Pekerjaan rehabilitasi dilakukan dengan memperbaiki saluran yang mengalami sedimentasi dan kerusakan. Metode pekerjaan mencakup pengecoran di tempat serta pemasangan saluran beton pracetak atau U-Ditch.

Progres salah satu paket pekerjaan tersebut dalam pemaparan disebut telah mencapai sekitar 55 persen.

Sementara paket berikutnya mencakup saluran primer sepanjang sekitar 15 kilometer dan sejumlah jaringan sekunder lainnya

Namun, pembangunan tersebut masih menyisakan pekerjaan lanjutan, yang diharapkan dapat dilanjutkan melalui dukungan anggaran berikutnya.

Target Intensitas Tanam 244 Persen

Rehabilitasi jaringan irigasi Cikunten II tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki infrastruktur air, tetapi juga meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Dalam pemaparannya, BBWS Citanduy menyebut perbaikan jaringan tersebut diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman hingga sekitar 244 persen.

Target tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan akan diukur dari kemampuan jaringan mengalirkan air secara lebih optimal ke lahan pertanian.

Data BBWS Citanduy juga menunjukkan bahwa DI Cikunten II merupakan salah satu jaringan irigasi penting yang melayani kawasan Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.

BBWS Citanduy sebelumnya telah melakukan peninjauan langsung terhadap DI Cikunten II untuk mengevaluasi kondisi jaringan serta memastikan pengelolaan irigasi berjalan optimal.

Pada Juli 2026, BBWS Citanduy juga melaporkan pelaksanaan Rehabilitasi DI Cikunten II Tahap II, termasuk pekerjaan pemasangan U-Ditch untuk mendukung kelancaran distribusi air irigasi.

Bagian dari Penguatan Ketahanan Pangan

Rehabilitasi Cikunten II juga berkaitan erat dengan agenda ketahanan pangan.

Sebelumnya, pembangunan saluran irigasi di DI Cikunten II telah mendapatkan dukungan melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan ketersediaan dan distribusi air bagi lahan pertanian.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga terus melakukan penguatan jaringan irigasi di tingkat tersier. Program tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan pengairan sawah dan mendukung produktivitas pertanian.

Dengan demikian, pembangunan Cikunten II menjadi bagian dari rangkaian penguatan sistem pengairan pertanian, mulai dari bendung, saluran primer dan sekunder hingga jaringan tersier yang mengalirkan air ke lahan petani.

Pemerintah Pusat Dorong Pengawasan

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah pusat juga memberikan apresiasi terhadap progres pembangunan yang dinilai berjalan positif.

Salah satu pejabat yang hadir menyebut capaian progres sekitar 55 persen sebagai perkembangan yang baik. Bahkan, deviasi pekerjaan disebut berada dalam kondisi positif.

Pemerintah pusat juga menyampaikan adanya dukungan anggaran untuk pembangunan infrastruktur daerah di Kabupaten Tasikmalaya.

Kabupaten Tasikmalaya sebelumnya disebut memperoleh anggaran sekitar Rp25 miliar, sedangkan untuk tahap pertama tahun berjalan disiapkan anggaran sekitar Rp85 miliar.

Meski demikian, pemerintah mengingatkan bahwa keterbatasan fiskal membuat setiap program pembangunan harus disusun berdasarkan skala prioritas.

Jajaran pemerintah daerah juga diminta memperkuat pengawasan dan koordinasi agar proyek tidak menghadapi hambatan di lapangan, termasuk persoalan sosial.

Gerakan Ayo Muliakan Sungai

Selain pembangunan fisik, kegiatan tersebut juga melahirkan gagasan untuk memperkuat gerakan pelestarian sungai melalui program "Ayo Muliakan Sungai".

Program tersebut diarahkan untuk mendorong penanaman pohon dan penghijauan di sekitar bantaran Sungai Cikunten.

Langkah ini dinilai penting karena keberadaan infrastruktur sungai dan irigasi tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan di sekitarnya.

Bupati Tasikmalaya pun meminta masyarakat dan seluruh perangkat pemerintah ikut menjaga kawasan yang telah dibangun

Pembangunan Cikunten II pada akhirnya diharapkan tidak hanya menghasilkan saluran irigasi yang lebih baik, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, menata kawasan bantaran sungai dan memberikan ruang lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat

Dengan progres pembangunan yang terus berjalan, perhatian berikutnya adalah memastikan seluruh jaringan yang masih menjadi pekerjaan rumah dapat dilanjutkan hingga tuntas dan manfaat air benar-benar dirasakan oleh petani di Kabupaten Tasikmalaya.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.