
Gentra.id-BANDUNG — Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung kembali mendapat kepercayaan menjadi venue pertandingan sepak bola berskala internasional. Stadion yang berada di kawasan Soreang tersebut ditetapkan sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026, turnamen regional yang akan digelar di Indonesia pada September hingga Oktober mendatang.
Kepastian tersebut menjadi kabar penting bagi Jawa Barat. Setelah sukses menjadi salah satu lokasi pertandingan Piala Dunia U-17 2023, Si Jalak Harupat kembali masuk dalam agenda kompetisi internasional di bawah naungan FIFA.
Selain Stadion Si Jalak Harupat, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta juga disiapkan sebagai venue penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, pembagian grup maupun pertandingan yang secara khusus akan dimainkan di masing-masing stadion masih menunggu keputusan FIFA.
Status Venue Sudah Final
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat Hery Antasari membenarkan bahwa Stadion Si Jalak Harupat menjadi salah satu lokasi pertandingan Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026.
Menurut Hery, kepastian tersebut sudah bersifat final karena waktu pelaksanaan turnamen semakin dekat. Pemerintah daerah kini memusatkan perhatian pada koordinasi teknis serta kesiapan berbagai fasilitas pendukung.
“Lokasi pertandingan berada di wilayah Kabupaten Bandung dan status kepastian tempat sejauh ini sudah final,” ujar Hery.
Meski venue sudah ditentukan, rincian pertandingan yang akan berlangsung di Si Jalak Harupat masih dalam pembahasan antara pihak terkait.
Jawa Barat juga menyiapkan sejumlah lapangan latihan untuk menunjang kebutuhan tim peserta. Lapangan latihan utama yang disiapkan berada di Arcamanik, Sidolig dan ITB. Sementara itu, Universitas Padjadjaran (Unpad) dan IPDN disiapkan sebagai alternatif.
Pengalaman Piala Dunia U-17 Jadi Modal
Terpilihnya Si Jalak Harupat sebagai venue internasional bukan tanpa alasan. Stadion tersebut sebelumnya telah digunakan dalam penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023.
Pengalaman tersebut menjadi modal bagi pemerintah daerah untuk kembali menghadapi standar penyelenggaraan kompetisi yang ditetapkan FIFA.
Kepala Dispora Kabupaten Bandung Dicky Anugrah mengatakan kesiapan stadion untuk FIFA ASEAN Cup tidak akan jauh berbeda dengan standar yang sebelumnya harus dipenuhi ketika menjadi venue Piala Dunia U-17.
“Si Jalak Harupat telah menjadi lokasi penyelenggaraan Piala Dunia U-17 sehingga pemerintah daerah memiliki modal dalam menyiapkan fasilitas,” kata Dicky.
Dari sisi kondisi, stadion disebut relatif baik. Rumput masih mendapatkan pemeliharaan, sementara sistem pencahayaan juga berada dalam kondisi baik.
Meski demikian, pemerintah tidak ingin hanya mengandalkan pengalaman sebelumnya. Sejumlah fasilitas akan kembali dievaluasi untuk memastikan stadion benar-benar siap ketika kompetisi berlangsung.
Fasilitas Stadion Kembali Dievaluasi
Pemkab Bandung akan mengecek sejumlah fasilitas, mulai dari bangku penonton, tempat duduk pemain, kebersihan, sanitasi, billboard hingga berbagai sarana pendukung lainnya.
Evaluasi tersebut diperlukan karena FIFA dijadwalkan melakukan asesmen ulang terhadap Stadion Si Jalak Harupat. Pemeriksaan akan melihat kelengkapan fasilitas serta kesesuaiannya dengan standar penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026.
Untuk kebutuhan perbaikan ringan, Pemkab Bandung menyatakan siap melakukan penanganan. Namun jika asesmen FIFA menemukan kebutuhan perbaikan dalam skala besar, pemerintah daerah berharap adanya dukungan dari panitia pusat, Kementerian Pemuda dan Olahraga, maupun FIFA.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa penetapan stadion sebagai venue bukan berarti seluruh pekerjaan telah selesai. Justru, menjelang turnamen, berbagai aspek teknis harus dipastikan agar pelaksanaan pertandingan berjalan tanpa kendala.
Peluang Ekonomi bagi Bandung dan Jawa Barat
Di balik penyelenggaraan kompetisi internasional, terdapat peluang ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat sekitar.
Pemkab Bandung berharap kehadiran FIFA ASEAN Cup 2026 dapat memberikan dampak terhadap sektor pariwisata, hotel, restoran hingga industri meeting, incentive, convention and exhibition (MICE).
Kehadiran tim peserta, ofisial, penonton dan wisatawan berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi selama periode pertandingan.
Bagi pelaku usaha lokal, momentum tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk, kuliner dan destinasi wisata di Kabupaten Bandung maupun wilayah Jawa Barat secara lebih luas.
Karena itu, keberadaan Stadion Si Jalak Harupat sebagai venue FIFA ASEAN Cup tidak sekadar menjadi persoalan olahraga. Event tersebut juga menjadi peluang untuk memperkuat citra Jawa Barat sebagai daerah yang mampu menyelenggarakan kegiatan berskala internasional sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Dengan pengalaman menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 dan sejumlah pertandingan nasional, Jawa Barat kini kembali menghadapi tantangan baru. Stadion Si Jalak Harupat dituntut mempertahankan standar infrastrukturnya, sementara pemerintah daerah harus memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif.
FIFA ASEAN Cup 2026 akhirnya bukan hanya menjadi panggung bagi para pemain sepak bola Asia Tenggara. Bagi Bandung dan Jawa Barat, turnamen ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa infrastruktur olahraga daerah mampu bersanding dengan standar kompetisi internasional.
Wartawan senior Gentra.id yang berfokus pada analisis hukum, politik, dan kebijakan publik di Indonesia.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Majelis Hakim Tolak Eksepsi, Perkara Supriadi Masuk ke Tahap Pembuktian

7 Soft Skill yang Gak Diajarkan di Sekolah tapi Penting untuk Masa Depan

Pemerintah Kaji Pembatasan Pertalite untuk Desil 9 dan 10

Stadion Si Jalak Harupat Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026, Jawa Barat Siapkan Infrastruktur

Persikotas di Liga 3: Analisis Sentimen Publik Pasca Akuisisi Nusantara Lampung FC
