
Gentra.id-BEKASI — Sehari menjelang pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026, Kabupaten Bekasi mulai mempertebal pengamanan. Ribuan personel gabungan digeser menuju titik-titik pemungutan suara untuk memastikan pesta demokrasi tingkat desa itu berlangsung tertib hingga proses penghitungan suara.
Dilansir dari laman Pemkab Bekasi, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin yang hadir pada apel tersebut mengatakan, Pemkab Bekasi terus meningkatkan sinergi dan koordinasi dengan unsur terkait, khususnya dengan TNI/Polri dalam menjaga kondusivitas wilayah, sehingga seluruh tahapan Pilkades Serentak dapat berjalan dengan aman, lancar dan kondusif.
“Pemerintah Kabupaten Bekasi mendukung penuh kesiapan pengamanan Pilkades Serentak 2026. Kami berharap seluruh tahapan dapat berjalan tertib, aman dan kondusif sampai dengan proses penghitungan suara,” kata Endin.
Sebanyak 12.261 personel gabungan disiapkan untuk mengawal Pilkades yang digelar serentak di 154 desa pada Hari Minggu, 20 September 2026. Mereka berasal dari unsur Polri, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja, Linmas hingga Babinsa.
Pergeseran pasukan dilakukan melalui Apel Pergeseran Pasukan Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan Wibawa Mukti Jaya 2026 di Central Park Meikarta, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (19/9/2026).
Dari jumlah tersebut, sekitar 4.200 personel merupakan anggota internal Polri. Pengamanan diperkuat unsur TNI dan petugas lainnya, termasuk 430 Babinsa yang akan memonitor sejumlah tempat pemungutan suara.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo mengatakan, personel mulai digeser ke lokasi masing-masing sejak Sabtu. Mereka ditargetkan telah berada di titik pengamanan sebelum proses pencoblosan dimulai.
“Seluruh personel mulai digeser ke lokasi tempat pemungutan suara sejak hari ini. Mereka ditargetkan sudah menempati titik pengamanan masing-masing sebelum proses pencoblosan dimulai,” kata Andi.
Pasukan tersebut disebar ke 23 kecamatan dan 17 wilayah Polsek. Pengamanan tidak hanya berfokus pada saat warga memberikan suara, tetapi juga mencakup distribusi kotak suara menuju TPS dan situasi setelah pemungutan suara.
Di lapangan, personel juga diarahkan melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat. Langkah itu menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi dan mencegah potensi gesekan sebelum maupun selama proses pemilihan.
Sembilan TPS Masuk Kategori Sangat Rawan
Peta pengamanan Pilkades Bekasi disusun berdasarkan pemetaan intelijen kepolisian. Dari TPS yang dipetakan, 3.107 TPS masuk kategori aman, sedangkan 112 TPS dikategorikan rawan.
Ada pula sembilan TPS yang masuk kategori sangat rawan. Tiga di antaranya berada di Kecamatan Tambun Selatan dan enam lainnya berada di Kecamatan Cikarang Utara.
Kepolisian menyebut klasifikasi tersebut tidak muncul hanya dari satu indikator. Pemetaan mempertimbangkan pengalaman pemilihan sebelumnya, potensi gesekan hingga kedekatan lokasi TPS dengan pasangan calon tertentu. Tingkat kerawanan pun disebut masih dapat berubah mengikuti dinamika di lapangan.
Untuk TPS yang masuk kategori rawan, pengamanan diperkuat dengan 10 personel kepolisian dan delapan anggota Linmas dalam satu TPS.
Sementara pada TPS yang dinilai aman, pola pengamanannya lebih tersebar, yakni lima personel kepolisian bersama delapan anggota Linmas untuk setiap empat TPS.
Besarnya kekuatan pengamanan tersebut, menurut Andi, merupakan langkah antisipasi. Polisi tidak ingin mengabaikan potensi gangguan sekecil apa pun selama proses Pilkades berlangsung.
Perhatian Tidak Berhenti di Hari Pencoblosan
Situasi Kabupaten Bekasi hingga sehari sebelum pemungutan suara disebut masih relatif kondusif. Namun, kepolisian mencatat adanya dinamika terkait bakal calon atau pihak tertentu yang tidak lolos dalam tahapan seleksi.
Karena itu, perhatian aparat tidak berhenti ketika surat suara selesai dicoblos. Tahap penghitungan suara justru menjadi salah satu bagian yang diwaspadai, terutama apabila terdapat calon atau pendukung yang tidak menerima hasil pemilihan.
Kepolisian mengingatkan pasangan calon dan simpatisan agar menjaga komitmen yang telah disepakati bersama untuk mewujudkan Pilkades yang aman.
“Yang pasti harus diperhatikan terkait hasil penghitungan, kemudian tidak terima kekalahan. Kemarin kita sudah deklarasi bersama, harapan saya ini dapat dipatuhi dan dilaksanakan oleh masing-masing pasangan calon berikut para simpatisan,” ujar Andi.
Di sisi lain, Pemkab Bekasi menyatakan dukungannya terhadap kesiapan pengamanan tersebut. Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin mengatakan koordinasi dengan TNI dan Polri terus diperkuat agar seluruh tahapan Pilkades berjalan aman hingga penghitungan suara selesai.
Sementara Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Arm Vicky Harryanto Mamonto memastikan unsur TNI ikut mendukung pengamanan melalui pengerahan 430 Babinsa yang memonitor TPS di 154 desa. Patroli bersama TNI dan Polri juga disiapkan selama pencoblosan hingga penghitungan suara.
Dengan personel yang mulai menempati posisinya sejak H-1, pengamanan Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi memasuki tahap akhir. Minggu, 20 September 2026, perhatian akan beralih dari persiapan menuju pelaksanaan: warga datang ke TPS, surat suara dihitung, dan hasil pilihan masyarakat desa mulai ditentukan.
Di titik itulah bukan hanya jumlah personel keamanan yang menjadi penting, tetapi juga bagaimana seluruh pasangan calon, pendukung, dan masyarakat menjaga proses pemilihan tetap berlangsung sesuai aturan sampai hasil akhirnya ditetapkan.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Unsil Dorong BUMDes Batu Karas Bertransformasi Lewat Tata Kelola dan Digitalisasi

Unsil Dorong UMKM Cipakat Naik Kelas Lewat Strategi Digital

23 Perusahaan Terindikasi Cemari Sungai Cileungsi, Ini Langkah Pemkab Bogor

12.261 Personel Disiagakan, Pilkades Serentak Bekasi Dikawal Ketat

Viral Dugaan Begal di Cilopang Garut Ternyata Rekayasa
