Lomba Hadroh GP Ansor Kota Tasikmalaya Dibuka di Asia Plaza, Syiar Maulid Hadir di Ruang Publik

19 Sep 2026, 21.12 WIB
WhatsAppSaluran
Lomba Hadroh GP Ansor Kota Tasikmalaya Dibuka di Asia Plaza, Syiar Maulid Hadir di Ruang Publik
Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya Bubung Nizar bersama unsur pemerintah daerah dan organisasi keagamaan saat pembukaan Lomba Hadroh Se-Kota Tasikmalaya dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Asia Plaza Tasikmalaya, Sabtu (19/9/2026).CameraGentra.id/Istimewa

Gentra.id-TASIKMALAYA — Lantunan musik hadroh menggema di salah satu ruang publik Kota Tasikmalaya, Sabtu (19/9/2026). Di tengah aktivitas pengunjung Asia Plaza Tasikmalaya, suara rebana membawa suasana berbeda: religius, hangat, sekaligus penuh semangat kebersamaan.

Di tempat itu, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tasikmalaya resmi membuka Lomba Hadroh Se-Kota Tasikmalaya dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Pembukaan kegiatan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda/Prokopimda), tokoh agama, serta sejumlah organisasi keagamaan.

Pertemuan berbagai unsur tersebut membuat lomba hadroh tidak semata menjadi panggung kompetisi seni musik Islami. Ada ruang silaturahmi yang ikut terbuka, mempertemukan organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, organisasi keagamaan, pelaku usaha, dan masyarakat dalam satu kegiatan.

Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya, Bubung Nizar, mengatakan lomba tersebut sengaja ditempatkan sebagai ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk berkreativitas, bersilaturahmi, dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Hadroh bukan sekadar seni, tetapi juga bagian dari tradisi dakwah dan syiar Islam,” ujar Bubung Nizar.

Bagi GP Ansor, lantunan hadroh memiliki tempat tersendiri dalam tradisi keagamaan masyarakat. Irama rebana tidak hanya menjadi pengiring lantunan pujian kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi medium yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Karena itu, kompetisi tersebut dikemas tidak hanya untuk mencari kelompok dengan penampilan terbaik. Lebih jauh, kegiatan menjadi ruang perjumpaan bagi anak-anak muda yang memiliki minat terhadap seni musik Islami sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Syiar Islam di Tengah Ruang Publik

Pemilihan Asia Plaza sebagai lokasi kegiatan menghadirkan suasana yang menarik. Pusat perbelanjaan yang biasanya dipenuhi aktivitas ekonomi dan hiburan masyarakat pada hari itu turut menjadi ruang berlangsungnya kegiatan bernuansa keagamaan.

Di satu sisi, masyarakat menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Di sisi lain, lantunan hadroh dan rangkaian kegiatan Maulid Nabi menghadirkan warna berbeda di ruang tersebut.

Kolaborasi GP Ansor dengan Asia Plaza sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat hadir berdampingan dengan aktivitas publik. Ruang komersial tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga dapat menjadi titik temu masyarakat dalam kegiatan sosial dan kebudayaan.

Dalam konteks itu, lomba hadroh menjadi lebih dari sekadar perlombaan. Ia menjadi cara untuk membawa tradisi keagamaan lebih dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda.

Nilai persaudaraan, toleransi, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya Islami menjadi bagian yang ingin ditekankan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Kehadiran unsur pemerintah daerah dan organisasi keagamaan juga memperlihatkan adanya ruang kolaborasi antarelemen masyarakat. Silaturahmi yang terbangun melalui kegiatan semacam ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara organisasi kepemudaan, pemerintah, tokoh agama, pelaku usaha, dan masyarakat.

GP Ansor Kota Tasikmalaya berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda peringatan Maulid Nabi. Lomba hadroh diharapkan dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk berkarya, bersilaturahmi, sekaligus menjaga tradisi seni keagamaan yang tumbuh di tengah masyarakat.

Sebab pada akhirnya, yang terdengar dari panggung bukan hanya bunyi rebana dan lantunan pujian. Ada pesan yang ingin terus dijaga: bahwa tradisi keagamaan dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan banyak orang.

Dari lantunan hadroh, tradisi dirawat. Dari Maulid Nabi, persaudaraan dikuatkan.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.