Asrama Pesantren Nurul Huda Tasikmalaya Terbakar, Seorang Santri Luka Saat Menyelamatkan Diri

Super_reporter
11 Agu 2026, 20.20 WIB
WhatsAppSaluran
Asrama Pesantren Nurul Huda Tasikmalaya Terbakar, Seorang Santri Luka Saat Menyelamatkan Diri
Kondisi Pasca Kebakaran yang menimpa Asrama Ponpes Nurul Huda Kubang hurang Padakembang TasikmalayaSelasa, 11/8/2026 /CameraGentra.id/Istimewa

Gentra.id-TASIKMALAYA – Suasana di Pondok Pesantren Nurul Huda, Kampung Kubanghurang, RT 001/RW 003, Desa Mekarjaya, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, mendadak panik pada Selasa (11/8/2026) pagi.

Salah satu bangunan yang difungsikan sebagai Rumah Tahfidz sekaligus asrama santri putra dilalap api. Bangunan semi permanen berukuran sekitar 20 x 8 meter tersebut hangus terbakar dan mengalami kerusakan berat.

Ketua FK TAGANA Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 08.30 WIB.

Saat kejadian, sebagian santri diketahui sedang mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Namun, terdapat pula santri yang masih berada di dalam bangunan.

Salah seorang santri, Hikam Fausi, dilaporkan sedang berada di kamar mandi ketika mendengar suara letupan. Setelah keluar, ia melihat kepulan asap dan api yang diduga berasal dari area meteran listrik atau KWh.

Ia sempat berupaya memadamkan api menggunakan air dari kamar mandi. Namun, api justru semakin membesar. Dalam kondisi panik, Hikam kemudian berusaha menyelamatkan diri melalui jendela.

Dalam proses evakuasi tersebut, ia mengalami luka bakar ringan pada bagian punggung. Korban kemudian dilarikan ke UPTD Puskesmas Cisaruni untuk mendapatkan penanganan medis.

Kebakaran berlangsung cepat dan memicu kepanikan warga sekitar yang segera berupaya memberikan pertolongan.

Warga berusaha memadamkan api menggunakan mesin pompa air dan ember.

Penanganan kemudian diperkuat oleh Unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Tasikmalaya yang mengerahkan empat unit kendaraan serta BPBD Kabupaten Tasikmalaya.

Api akhirnya berhasil dikendalikan. Namun, bangunan semi permanen yang difungsikan sebagai asrama santri tersebut mengalami kerusakan berat.

Dugaan Korsleting Listrik

Ketua FK TAGANA Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya menyebutkan api diduga berasal dari korsleting pada meteran listrik atau KWh yang berada di dalam bangunan.

Bangunan semi permanen dengan material mudah terbakar dapat mempercepat penyebaran api, terlebih jika sumber api berasal dari instalasi listrik dan terdapat banyak barang di dalam ruangan.

Kerugian Ditaksir Rp150 Juta

Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta

Sejumlah barang penting turut terdampak, di antaranya ijazah santri, sertifikat bangunan, akta yayasan, Al-Qur’an, telepon seluler, komputer, kulkas, printer, hingga perangkat pengeras suara.

Bagi pihak pengelola pesantren, kerugian ini tidak hanya berkaitan dengan bangunan fisik, tetapi juga mencakup dokumen administrasi serta barang pribadi santri yang perlu segera dipulihkan.

Kemenag Lakukan Langkah Darurat

Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya turut melakukan langkah darurat. Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, Fajri Adi Nugraha, menyampaikan bahwa para santri yang kehilangan tempat tinggal sementara dipindahkan ke ruang kelas agar kegiatan tetap berjalan.

Kemenag juga berkoordinasi dengan BAZNAS untuk menyalurkan bantuan darurat berupa kebutuhan dasar, seperti pakaian layak pakai, Al-Qur’an, kitab pembelajaran, serta perlengkapan pribadi santri.

Keselamatan Santri Jadi Sorotan

Kebakaran di Pondok Pesantren Nurul Huda Padakembang kembali menegaskan pentingnya aspek keselamatan di lingkungan pendidikan pondok pesantren yg mempunyai asrama.

Pesantren memiliki karakteristik berbeda dibandingkan sekolah umum. Para santri tidak hanya belajar, tetapi juga tinggal dan beraktivitas sehari-hari di lingkungan yang sama.

Oleh karena itu, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat menjadi hal yang tidak dapat diabaikan. Jalur evakuasi, kondisi instalasi listrik, ketersediaan alat pemadam api ringan, akses kendaraan pemadam, hingga simulasi penyelamatan perlu menjadi perhatian bersama.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan di lingkungan pesantren harus menjadi perhatian bersama. Sebab, ketika asrama berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus ruang belajar santri, maka keamanan bangunan dan instalasi listrik menjadi bagian yang sama pentingnya dengan proses pendidikan itu sendiri.

Nanang AH
Nanang AH

Wartawan senior Gentra.id yang berfokus pada analisis hukum, politik, dan kebijakan publik di Indonesia.

Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.