Dinsos dan TAGANA Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Asrama Ponpes Nurul Huda Padakembang Tasikmalaya

Super_reporter
12 Agu 2026, 15.56 WIB
WhatsAppSaluran
Dinsos dan TAGANA Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Asrama Ponpes Nurul Huda Padakembang Tasikmalaya
Dinsos PPKB P3A dan FK TAGANA Kabupaten Tasikmalaya memberikan bantuan tanggap darurat kepada Ponpes Nurul Huda Kubang hurang Padakembang Rabu, 12/8/2026 /CameraGentra.id/Istimewa

Gentra.id-TASIKMALAYA — Musibah kebakaran yang melanda Asrama Pondok Pesantren Nurul Huda di Kampung Kubanghurang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, yang terjadi Selasa 12/8/2026,  mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

Dinas Sosial PPKB P3A Kabupaten Tasikmalaya bersama Forum Komunikasi Taruna Siaga Bencana (FK TAGANA) turun langsung menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada para korban pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Penyaluran bantuan dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran. Bantuan tersebut diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar korban selama masa tanggap darurat.

Kehadiran petugas Dinsos bersama TAGANA juga menjadi bagian dari penanganan awal pascabencana. Selain menyalurkan bantuan, petugas turut berkoordinasi untuk melihat kondisi serta kebutuhan masyarakat yang terdampak di lokasi kejadian.

Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial dan PKB Dinsos PPKB P3A Kabupaten Tasikmalaya, Elis Gusmilah Ahadiyat, mengatakan pemerintah berupaya memberikan respons cepat setelah menerima informasi mengenai musibah tersebut.

“Kami dari Dinas Sosial PPKB P3A bersama TAGANA Kabupaten Tasikmalaya memberikan bantuan tanggap darurat kepada korban kebakaran. Ini sebagai bentuk kepedulian dan respons pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak,” kata Elis.

Menurut Elis, penanganan masyarakat terdampak bencana tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Pemerintah juga perlu melihat secara langsung kebutuhan korban di lapangan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi mereka.

Kebakaran yang terjadi di lingkungan pesantren juga berpotensi mengganggu aktivitas para santri dan pengelola pesantren. Selain kerusakan bangunan, kebutuhan sehari-hari penghuni pesantren menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian setelah kejadian.

Karena itu, bantuan tanggap darurat menjadi penting pada tahap awal penanganan. Kehadiran pemerintah dan relawan diharapkan dapat memberikan dukungan sekaligus membantu korban melewati masa-masa awal setelah bencana.

Elis menegaskan, pihaknya bersama unsur terkait akan terus berkoordinasi untuk melihat perkembangan kondisi masyarakat terdampak.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak. Kami juga berharap proses pemulihan bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Sinergi antara Dinsos PPKB P3A dan FK TAGANA menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam penanganan bencana di Kabupaten Tasikmalaya. Pemerintah tidak hanya dituntut hadir ketika bantuan dibutuhkan, tetapi juga memastikan proses penanganan masyarakat terdampak dapat berjalan secara berkelanjutan.

Penanganan lanjutan dan koordinasi antarpihak diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan korban kebakaran Pesantren Nurul Huda Kubanghurang Padakembang Tasikmalaya, sehingga masyarakat terdampak dapat kembali menjalankan aktivitas secara bertahap.

Nanang AH
Nanang AH

Wartawan senior Gentra.id yang berfokus pada analisis hukum, politik, dan kebijakan publik di Indonesia.

Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.