
Gentra.id-TASIKMALAYA, Proses evakuasi jenazah perempuan dari sebuah sumur sedalam sekitar 13 meter di Kampung Cilolohan, Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (12/8/2026), berlangsung penuh tantangan.
Tim gabungan harus menghadapi kondisi medan yang sulit serta keberadaan ular berbisa di dalam sumur sebelum dapat mengangkat jenazah korban.
Korban diketahui bernama Aam Amelia. Warga Kp. Cilolohan RT 001/RW 004 Desa Cilolohan Tanjungjaya. Jenazah Perempuan tersebut ditemukan berada di dalam sumur masih berada di wilayah Kampung Cilolohan.
Dalam penanganan tersebut, petugas dari berbagai unsur dikerahkan untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman. Unsur yang terlibat antara lain Basarnas, BPBD, FK TAGANA Kabupaten Tasikmalaya, Damkar Kabupaten Tasikmalaya, Polres Tasikmalaya, TNI, Puskesmas, aparat kecamatan dan desa, Polresta, serta Damkar Kota Tasikmalaya.
Evakuasi Terkendala Ular Berbisa
Salah satu tantangan utama yang dihadapi petugas adalah keberadaan ular berbisa di dalam sumur.
Sebelum proses evakuasi jenazah dilanjutkan, petugas terlebih dahulu melakukan penanganan terhadap ular tersebut. Keberadaan hewan berbisa itu menjadi risiko tambahan bagi personel yang harus turun atau melakukan proses evakuasi dari kedalaman sekitar 13 meter.
Ular tersebut akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 12.22 WIB.
Setelah kondisi di dalam sumur dinilai lebih aman, tim gabungan kembali melanjutkan proses evakuasi terhadap jenazah.
Selain keberadaan ular, keterbatasan peralatan keselamatan seperti SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus) juga menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan.
Peralatan tersebut diperlukan untuk membantu petugas menghadapi kondisi berisiko ketika melakukan pekerjaan di ruang terbatas seperti sumur.
Jenazah Berhasil Diangkat Pukul 12.46 WIB
Setelah melalui proses evakuasi yang cukup sulit, jenazah Aam Amelia akhirnya berhasil diangkat dari dalam sumur sekitar pukul 12.46 WIB.
Kepala Pos SAR Basarnas Tasikmalaya, Bagus Prayogo, mengatakan korban diperkirakan telah berada di dalam sumur selama sekitar satu minggu.
“Jenazah diperkirakan sudah sekitar 12 hari lebih berada di sumur tersebut,” ujar Bagus.
Namun, terkait bagaimana korban bisa berada di dalam sumur dan penyebab kejadian tersebut, pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih jauh.
Menurut Bagus, persoalan tersebut masih dalam proses penyelidikan kepolisian.
“Untuk penyebabnya belum diketahui dan masih melalui proses penyelidikan Polres Tasikmalaya,” katanya.
Libatkan Banyak Unsur
Proses evakuasi melibatkan banyak unsur karena kondisi lokasi membutuhkan penanganan khusus.
Basarnas dan unsur penyelamat melakukan penanganan teknis evakuasi, sementara BPBD, TAGANA, Damkar, TNI-Polri, tenaga kesehatan, serta aparat pemerintah daerah turut mendukung proses penanganan di lokasi.
Kehadiran personel dari berbagai instansi juga diperlukan untuk mengantisipasi berbagai risiko selama proses evakuasi, terutama karena korban berada di dalam sumur dengan kedalaman sekitar 13 meter.
Keberadaan ular berbisa semakin menambah risiko bagi petugas. Karena itu, ular harus terlebih dahulu diamankan sebelum proses pengangkatan jenazah dilanjutkan.
Setelah ular berhasil dievakuasi pada pukul 12.22 WIB, tim kemudian kembali berkonsentrasi pada proses pengangkatan korban.
Sekitar 24 menit kemudian, tepatnya pukul 12.46 WIB, jenazah berhasil dikeluarkan dari dalam sumur.
Penyebab Masih Diselidiki Polisi
Hingga proses evakuasi selesai, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab korban berada di dalam sumur.
Polres Tasikmalaya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologi lengkap kejadian tersebut.
Informasi mengenai dugaan penyebab maupun bagaimana korban bisa berada di dalam sumur masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan tingginya risiko yang dapat dihadapi petugas penyelamat ketika melakukan evakuasi di ruang terbatas.
Selain kedalaman sumur, kondisi lingkungan di dalamnya dapat menghadirkan ancaman lain yang tidak terlihat dari permukaan.
Dalam kasus di Cilolohan, keberadaan ular berbisa menjadi salah satu ancaman yang harus terlebih dahulu ditangani sebelum petugas dapat mengevakuasi korban.
Dengan sinergi berbagai unsur, proses evakuasi akhirnya dapat diselesaikan. Jenazah Aam Amelia berhasil diangkat dari sumur sekitar pukul 12.46 WIB, sementara penyebab kejadian masih menjadi bagian dari penyelidikan Polres Tasikmalaya
Wartawan senior Gentra.id yang berfokus pada analisis hukum, politik, dan kebijakan publik di Indonesia.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Dinsos dan TAGANA Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Asrama Ponpes Nurul Huda Padakembang Tasikmalaya

Jenazah Perempuan Ditemukan di Sumur Sedalam 13 Meter di Tanjungjaya, Evakuasi Sempat Terkendala Ular Berbisa

Pernyataan Panglima TNI soal Kamtibmas Picu Polemik, Ini Kritik Koalisi Masyarakat Sipil

Pemkab Garut Perketat Pengawasan Obat Terlarang dan Jam Malam Anak

Dari Begadang sampai Doomscrolling, 7 Kebiasaan Gen Z Bisa Berdampak ke Kesehatan
