
Gentra.id-TASIKMALAYA – Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru (MATAMA) Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung menjadi pintu pertama bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus menyiapkan diri memasuki dunia perkuliahan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, Selasa (15/9/2026), turut dihadiri Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi. MATAMA dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 15–17 September 2026.
Tahun ini, MATAMA mengusung tema “Membuka Cakrawala Menyeberangi Samudra.” Tema tersebut menjadi gambaran tentang perjalanan mahasiswa baru yang mulai membuka ruang pengetahuan dan pengalaman baru setelah meninggalkan fase pendidikan sebelumnya.
Bagi mahasiswa baru, masa ta’aruf bukan sekadar kegiatan pengenalan kampus. Di dalamnya terdapat proses awal untuk memahami lingkungan akademik, mengenal kehidupan kemahasiswaan, sekaligus membangun kesiapan menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan tinggi.
Kehadiran Wakil Bupati Tasikmalaya memberikan pesan tersendiri dalam rangkaian kegiatan tersebut. Di hadapan mahasiswa baru, Asep Sopari menekankan pentingnya membangun semangat belajar sejak awal perkuliahan.
Menurutnya, kehidupan mahasiswa tidak cukup hanya diisi dengan mengejar prestasi akademik. Mahasiswa juga perlu memiliki karakter yang kuat serta keberanian untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
Pesan tersebut menjadi penting karena perguruan tinggi merupakan ruang yang lebih luas bagi anak muda untuk mengasah kemampuan. Mahasiswa tidak hanya berhadapan dengan materi perkuliahan, tetapi juga dituntut mampu membaca persoalan di sekitarnya dan menentukan peran yang dapat mereka ambil di tengah masyarakat.
Asep juga berharap mahasiswa baru Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung dapat tumbuh menjadi generasi muda yang berilmu dan berakhlak. Pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Selamat bergabung kepada seluruh mahasiswa baru. Jadikan masa perkuliahan sebagai kesempatan untuk terus belajar, mengembangkan diri, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Asep.
Pesan itu sekaligus memperlihatkan harapan pemerintah daerah terhadap keberadaan generasi muda yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Mahasiswa dipandang memiliki posisi strategis karena kelak akan menjadi bagian dari sumber daya manusia yang ikut menentukan arah pembangunan daerah.
Universitas, dalam konteks tersebut, bukan hanya tempat untuk mendapatkan gelar. Ia menjadi ruang pertemuan antara pengetahuan, pengalaman, organisasi, gagasan, dan persoalan kehidupan masyarakat.
Karena itu, kegiatan MATAMA diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk membangun cara pandang yang lebih luas. Tema “Membuka Cakrawala Menyeberangi Samudra” pun menemukan relevansinya: perjalanan mahasiswa di perguruan tinggi ibarat memasuki wilayah baru yang membutuhkan keberanian, ketekunan, sekaligus kemampuan beradaptasi.
Selama tiga hari pelaksanaan, mahasiswa baru diperkenalkan dengan lingkungan Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung serta kehidupan kemahasiswaan. Proses tersebut diharapkan membantu mereka beradaptasi sebelum menjalani rutinitas akademik yang lebih padat.
Namun, ada satu hal yang lebih besar dari sekadar kemampuan beradaptasi dengan kampus. Mahasiswa juga diharapkan memiliki kepedulian sosial dan semangat pengabdian.
Sebab, keberhasilan seorang mahasiswa pada akhirnya tidak hanya diukur dari nilai akademiknya. Ada kemampuan lain yang ikut menentukan: bagaimana ilmu yang diperoleh dapat digunakan untuk membaca persoalan, membantu orang lain, dan menghadirkan perubahan yang positif.
Harapan itulah yang turut ditekankan dalam kegiatan MATAMA tahun ini. Mahasiswa baru diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, kepedulian sosial, serta kesadaran untuk berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Tasikmalaya.
Dari aula kampus itulah perjalanan mereka dimulai. Tiga hari MATAMA mungkin hanya menjadi bagian kecil dari perjalanan panjang sebagai mahasiswa. Namun, dari langkah awal tersebut, terbuka kesempatan untuk membangun pengetahuan, karakter, jaringan pertemanan, sekaligus keberanian menatap masa depan.
Tema “Membuka Cakrawala Menyeberangi Samudra” akhirnya bukan hanya slogan kegiatan. Ia menjadi semacam pengingat bahwa dunia perkuliahan adalah perjalanan panjang, dan mahasiswa baru adalah mereka yang baru saja bersiap mengayuh perahu pertamanya.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Hadiri MATAMA Cipasung, Wabup Tasikmalaya Titip Pesan untuk Mahasiswa Baru

Purbaya Serahkan Kursi Menkeu ke Suahasil, Estafet di Tengah Tantangan Ekonomi

Oknum Pejabat Dishub Sukabumi Dijemput Polisi, Kasus Dugaan Pelecehan Siswi PKL Bergulir

Milad ke-49 BKPRMI, Viman Dorong Masjid Jadi Ruang Tumbuh Generasi Muda

13 Knalpot Brong Diamankan Polsek Pasirwangi, Penertiban Menyasar Jalan Raya hingga Sekolah
