
Gentra.id-TASIKMALAYA — Masjid tidak berhenti sebagai tempat orang datang untuk menunaikan ibadah. Di mata Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, masjid juga memiliki ruang yang lebih luas: tempat generasi muda dibina, dididik, diberdayakan, sekaligus ditempa agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Pesan itu disampaikan Viman saat menghadiri Tasyakur Milad ke-49 Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Tasikmalaya di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Selasa (15/9/2026).
Perayaan hampir setengah abad perjalanan BKPRMI tersebut menjadi momentum untuk melihat kembali peran organisasi pemuda berbasis masjid di tengah perubahan kehidupan generasi muda. Bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya, keberadaan BKPRMI dinilai memiliki posisi penting dalam membantu membangun karakter anak muda sekaligus menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Viman menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi BKPRMI dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan. Ia berharap organisasi tersebut tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi terus tumbuh sebagai mitra pemerintah yang mampu membaca persoalan generasi muda.
“Pemerintah Kota Tasikmalaya sangat mengapresiasi dan mengucapkan selamat Milad ke-49 kepada BKPRMI. Kami berharap BKPRMI terus menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Tasikmalaya, kuat dalam kaderisasi, dekat dengan masyarakat, dan peka terhadap persoalan generasi muda,” ujar Viman.
Pernyataan tersebut menempatkan kaderisasi sebagai salah satu pekerjaan penting BKPRMI. Sebab, tantangan generasi muda tidak hanya berkaitan dengan pendidikan formal, tetapi juga bagaimana mereka memiliki karakter, kepedulian sosial, serta ruang untuk tumbuh dalam lingkungan yang positif.
Di sinilah masjid, menurut Viman, memiliki peran yang bisa diperluas. Masjid tidak semata menjadi ruang ibadah, tetapi dapat menjadi titik pertemuan berbagai aktivitas pembinaan anak muda.
Ruang itu dapat digunakan untuk pendidikan, pemberdayaan hingga penguatan karakter. Dengan demikian, aktivitas kepemudaan tidak berjalan sendiri, tetapi bisa tumbuh bersama masyarakat di lingkungan masjid.
Ajakan tersebut sekaligus menjadi pesan agar BKPRMI memperkuat kolaborasi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian dalam menghadapi berbagai persoalan generasi muda. Organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, pengurus masjid dan berbagai elemen sosial membutuhkan ruang kerja bersama agar program yang lahir benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Viman pun mengajak jajaran BKPRMI untuk terus bergerak bersama pemerintah dan elemen masyarakat lainnya.
“Mari bergerak bersama dari masjid, menjaga generasi, dan membangun Kota Tasikmalaya,” kata Viman.
Kalimat itu menjadi penutup pesan dalam peringatan Milad ke-49 BKPRMI Kota Tasikmalaya. Sebuah ajakan yang sederhana, tetapi membawa gagasan bahwa pembangunan generasi tidak selalu harus dimulai dari ruang-ruang formal.
Ia bisa berangkat dari tempat yang setiap hari berada dekat dengan masyarakat: masjid.
Dari sana, kaderisasi pemuda diharapkan tidak hanya melahirkan generasi yang religius, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian terhadap lingkungan sosial dan kemampuan mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.
Milad ke-49 akhirnya bukan sekadar penanda panjangnya usia organisasi. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan BKPRMI masih memiliki pekerjaan besar: menjaga agar masjid tetap menjadi ruang yang hidup bagi generasi muda dan masyarakat Kota Tasikmalaya.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Purbaya Serahkan Kursi Menkeu ke Suahasil, Estafet di Tengah Tantangan Ekonomi

Oknum Pejabat Dishub Sukabumi Dijemput Polisi, Kasus Dugaan Pelecehan Siswi PKL Bergulir

Milad ke-49 BKPRMI, Viman Dorong Masjid Jadi Ruang Tumbuh Generasi Muda

13 Knalpot Brong Diamankan Polsek Pasirwangi, Penertiban Menyasar Jalan Raya hingga Sekolah

Kangen Band Gak Jadi Bubar, Dodhy dan Personel Sepakat Kembali Bersama
