Purbaya Serahkan Kursi Menkeu ke Suahasil, Estafet di Tengah Tantangan Ekonomi

15 Sep 2026, 16.42 WIB
WhatsAppSaluran
Purbaya Serahkan Kursi Menkeu ke Suahasil, Estafet di Tengah Tantangan Ekonomi
Purbaya Yudhi Sadewa menyerahkan memori jabatan Menteri Keuangan kepada Suahasil Nazara dalam prosesi serah terima jabatan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).CameraANTARA/Imamatul Silfia.

Gentra.id-JAKARTA – Tidak ada pidato panjang dari Purbaya Yudhi Sadewa ketika berdiri untuk terakhir kalinya sebagai Menteri Keuangan. Di hadapan jajaran Kementerian Keuangan dan para pemangku kepentingan sektor keuangan, ia memilih menutup masa tugasnya dengan kalimat yang sederhana: terima kasih.

Selasa, 15 September 2026, ruang Kementerian Keuangan di Jakarta menjadi tempat berlangsungnya serah terima jabatan Menteri Keuangan. Purbaya menyerahkan memori jabatan kepada Suahasil Nazara, sehari setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil sebagai Menteri Keuangan untuk sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih 2024–2029.

Pergantian itu bukan sekadar perpindahan kursi. Ada satu tahun perjalanan Purbaya yang ikut diserahkan bersama dokumen dan tanggung jawab kementerian yang mengelola keuangan negara tersebut.

Purbaya sendiri mengaku memilih berbicara singkat. Menurutnya, ketika seseorang baru datang sebagai menteri, pidato panjang diperlukan untuk membangun optimisme. Namun, dalam momentum meninggalkan jabatan, ia merasa tidak perlu melakukan hal serupa.

“Terima kasih semua atas kerja sama selama satu tahun terakhir ini,” ujar Purbaya dalam sambutannya.

Kalimat itu sekaligus menjadi penutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara. Ia sebelumnya dilantik pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani Indrawati.

Kini, kursi tersebut kembali berpindah tangan.

Suahasil Nazara yang sebelumnya menduduki posisi Wakil Menteri Keuangan dipercaya Presiden Prabowo untuk melanjutkan kepemimpinan Kementerian Keuangan. Keputusan itu dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan 2024–2029.

Bagi Suahasil, jabatan tersebut bukan wilayah yang sepenuhnya baru. Ia telah berada cukup lama di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia pertama kali menjadi Wakil Menteri Keuangan pada Oktober 2019 dan kembali dipercaya menduduki posisi tersebut pada pemerintahan Prabowo pada 2024.

Karena itu, saat menerima estafet kepemimpinan dari Purbaya, Suahasil tidak melihat kementerian sebagai sesuatu yang harus dimulai dari halaman pertama.

Ia justru menyebut apa yang diterimanya sebagai situasi yang diwariskan dan memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Purbaya selama 12 bulan terakhir.

Suahasil menilai Purbaya telah melanjutkan warisan Kementerian Keuangan sebagai institusi pengelola keuangan negara, termasuk dengan memperkuat kolaborasi lintas unit.

Bukan Sekadar Pergantian Nama

Pergantian Menteri Keuangan terjadi ketika pemerintah menghadapi pekerjaan ekonomi yang tidak ringan. Suahasil harus menjaga kesinambungan pengelolaan fiskal sekaligus memastikan berbagai program pemerintahan tetap berjalan.

Reuters mencatat pergantian tersebut terjadi di tengah kekhawatiran investor mengenai kredibilitas kebijakan fiskal Indonesia. Suahasil dipandang sebagai figur teknokrat yang diharapkan mampu memberikan stabilitas dan menjaga disiplin fiskal, termasuk mempertahankan batas defisit anggaran maksimal 3 persen terhadap PDB.

Artinya, pekerjaan Suahasil tidak berhenti pada menerima dokumen dari Purbaya.

Ia harus segera memastikan mesin fiskal negara tetap bergerak, sementara pemerintah membutuhkan ruang anggaran untuk menjalankan berbagai agenda pembangunan dan program prioritas Presiden Prabowo.

Di titik inilah pergantian tersebut menjadi penting. Kementerian Keuangan bukan sekadar kementerian yang berganti pejabat. Ia merupakan salah satu pusat pengendali kebijakan ekonomi pemerintah.

Setiap perubahan arah di kementerian ini akan dibaca oleh pasar, dunia usaha, lembaga keuangan, hingga masyarakat.

Karena itu, pesan Suahasil dalam acara sertijab terdengar seperti upaya menjaga kesinambungan.

Ia meminta dukungan seluruh pemangku kepentingan untuk melanjutkan pekerjaan Kementerian Keuangan dengan memperkuat kolaborasi.

Suahasil juga menegaskan bahwa amanah tersebut akan dijalankannya untuk menyelesaikan sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.

Purbaya Pergi, Tantangan Tetap Tinggal

Satu hal yang menarik dari prosesi tersebut justru datang dari kesederhanaan Purbaya.

Setahun lalu, ketika masuk ke Kementerian Keuangan, ia membawa pesan optimisme. Kini, ketika meninggalkan kantor tersebut, ia tidak memberikan pidato panjang.

Dokumen jabatan berpindah tangan. Nama menteri berubah. Tetapi persoalan yang harus diselesaikan tetap berada di meja yang sama.

Suahasil kini harus berhadapan dengan pekerjaan rumah fiskal, menjaga kepercayaan pasar, sekaligus menyelaraskan kebijakan keuangan negara dengan agenda besar pemerintahan Prabowo.

Di sisi lain, pengalaman panjangnya sebagai Wakil Menteri Keuangan membuat Suahasil bukan orang baru di dalam mesin birokrasi Kementerian Keuangan.

Ia memahami bagaimana kementerian itu bekerja dari dalam.

Tantangannya kini adalah membuktikan bahwa pengalaman tersebut mampu diterjemahkan menjadi kebijakan yang menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal, pertumbuhan ekonomi, dan kebutuhan pembiayaan program pemerintah.

Serah terima jabatan pada Selasa siang itu akhirnya menjadi sebuah garis pemisah.

Purbaya meninggalkan kursi yang didudukinya selama sekitar satu tahun. Suahasil datang untuk melanjutkan perjalanan.

Dan seperti pesan yang tersirat dari prosesi tersebut, yang berpindah bukan hanya jabatan, melainkan pula tanggung jawab menjaga keuangan negara di tengah situasi ekonomi yang terus berubah.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.