
Gentra.id-GARUT – Pagi di Lapangan Apel Mako Polres Garut, Senin (14/9/2026), diwarnai pergantian sejumlah pejabat di lingkungan kepolisian. Upacara serah terima jabatan (Sertijab) itu bukan sekadar perpindahan posisi, tetapi menjadi bagian dari dinamika organisasi sekaligus momentum untuk membawa semangat baru dalam pelayanan kepada masyarakat.
Upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra sebagai inspektur upacara. Sejumlah jabatan utama dan Kapolsek jajaran mengalami pergantian, termasuk Kasat Lantas, Kasat Samapta, serta beberapa Kapolsek di wilayah Kabupaten Garut.
Pada posisi Kasat Lantas, AKP Lucky Martono, menyerahkan tugas kepada AKP Muthia Khansa Nurwijaya, Muthia sebelumnya bertugas sebagai Kanitregident Satlantas Polresta Bandung.
Pergantian juga berlangsung di jajaran Sat Samapta. AKP Ardiyanto, menyerahkan jabatan Kasat Samapta kepada Iptu Ana Gumilang yang sebelumnya menjabat KBO Sat Samapta Polres Garut.
Ardiyanto selanjutnya mendapat amanah sebagai Kapolsek Cisompet.
Sejumlah posisi Kapolsek jajaran turut berganti. Di antaranya Kapolsek Limbangan, Kapolsek Wanaraja, Kapolsek Cikajang, Kapolsek Cilawu, Kapolsek Talegong dan Kapolsek Tarogong Kaler.
Pergantian tersebut menjadi bagian dari proses penyegaran organisasi dan pembinaan karier personel Polri. Bagi pejabat lama, tugas yang telah dijalankan menjadi catatan pengabdian. Sementara bagi pejabat baru, jabatan tersebut membawa tanggung jawab baru yang harus segera dijawab dengan kerja nyata.
Jabatan Bukan Sekadar Kedudukan
Dalam amanatnya, Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra mengingatkan bahwa pergantian jabatan tidak semestinya dimaknai sebagai kekurangan ataupun kesalahan pejabat sebelumnya.
Menurutnya, mutasi dan sertijab merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang dilakukan melalui proses penilaian dan evaluasi kinerja dengan mempertimbangkan profesionalitas, komitmen serta integritas.
“Jangan dijadikan pergantian jabatan ini sebagai kekurangan atau kesalahan, tetapi jadikan jabatan ini sebagai amanah yang menuntut kerja keras serta dedikasi untuk lebih proaktif, kreatif dan inovatif,” tegas Niko.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa setiap jabatan di lingkungan kepolisian membawa konsekuensi tanggung jawab. Terlebih bagi pejabat yang bersentuhan langsung dengan masyarakat melalui fungsi lalu lintas, samapta maupun pelayanan di tingkat kewilayahan.
Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas dedikasi, pengabdian, kerja keras dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan tugas di Polres Garut.
Sementara kepada pejabat yang baru dilantik, Niko meminta agar tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi.
Mereka diminta memahami karakteristik wilayah, membangun komunikasi dengan personel maupun masyarakat, menjaga soliditas internal, serta meneruskan berbagai program positif yang telah berjalan.
“Jabatan adalah amanah dan kepercayaan, bukan sekadar kedudukan. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, profesional dan humanis,” ujar Niko.
Tiga Etos Kerja
Ada tiga kata yang kembali ditekankan Kapolres Garut kepada seluruh personel dalam momentum sertijab tersebut: kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas.
Tiga etos kerja itu, menurut Niko, harus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas sehari-hari. Sebab tantangan kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga bagaimana menghadirkan pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Kapolres menilai keberhasilan organisasi tidak mungkin dibangun oleh satu orang. Setiap satuan dan personel memiliki peran yang saling berkaitan.
“Setiap keberhasilan yang kita raih, bukan karena satu orang, melainkan karena kita melangkah sebagai satu keluarga,” ungkapnya.
Karena itu, pergantian sejumlah pejabat diharapkan tidak memutus kesinambungan kerja. Program yang sudah berjalan tetap harus dilanjutkan, sementara ruang untuk melakukan perbaikan dan inovasi harus terus dibuka.
Di tengah perubahan struktur jabatan tersebut, pesan utama Kapolres Garut tetap sama: soliditas, komunikasi, integritas dan profesionalitas harus menjadi fondasi dalam menjalankan tugas.
Sertijab pun ditutup dengan harapan agar roda organisasi Polres Garut semakin kuat dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Bagi pejabat yang meninggalkan posisi lama, tugas berikutnya menjadi ruang untuk melanjutkan pengabdian. Bagi pejabat yang menerima amanah baru, hari pertama di jabatan baru menjadi awal untuk membuktikan bahwa kepercayaan tersebut layak dijawab dengan kerja nyata.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Dari Ombak Masalembo ke Velbed Banjarmasin: Kisah Korban Selamat KM Virgo Transport 8

Kapolres Garut Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat, Tekankan Kinerja dan Integritas

Hak Penyandang Disabilitas Mental Tak Boleh Terpinggirkan, Kanwil KemenHAM Jabar Tekankan Empati

Alur Sungai Cikokok Menyempit, Pemkab Garut Hentikan Aktivitas Perumahan

PGM Jabar Tagih Janji Pemerintah, 630 Ribu Guru Madrasah Swasta Didorong Jadi PPPK
