Pemkab Ciamis Raih Juara 3 Kabupaten Terbaik Regional Jawa-Bali kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri 2026

29 Agu 2026, 16.29 WIB
WhatsAppSaluran
Pemkab Ciamis Raih Juara 3 Kabupaten Terbaik Regional Jawa-Bali  kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri 2026
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, menerima penghargaan atas keberhasil Pemkab Ciamis menyabet gelar Juara 3 Kabupaten Terbaik, se-Jawa-Bali, sekaligus keluar sebagai unggulan dalam kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri Jumat, 28/8/2026 di Nusa Dua BaliCameraDiskominfo

Gentra.id-Bali - Gemerlap lampu panggung Nusa Dua, Bali, menjadi saksi bisu kebanggaan yang terpancar dari wajah Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, Jumat (28/8) malam. Di bawah sorotan panggung bergengsi Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch Dua 2026, namanya disebut sebagai salah satu yang terbaik. Bukan sekadar seremonial, tepuk tangan yang bergema di ruang megah itu adalah pengakuan atas perjuangan panjang masyarakat Tatar Galuh dalam menjaga bumi tempat mereka berpijak.

Di tengah persaingan ketat dengan kabupaten/kota lain se-Jawa-Bali, Ciamis berhasil menyabet gelar Juara 3 Kabupaten Terbaik, sekaligus keluar sebagai unggulan dalam kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri. Sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa kebersihan bukanlah proyek musiman, melainkan denyut nadi keseharian.

Namun, di balik sertifikat dan piala yang diterima langsung dari tangan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian itu, tersimpan cerita sederhana namun monumental. Cerita tentang sapu lidi, cangkul, dan keringat yang bercucuran setiap pekan di jalanan, pasar, hingga halaman perkantoran Ciamis. Ya, inilah kultur korve—budaya kerja bakti yang telah mengakar kuat dan menjadi trade mark kebanggaan warga.

Keberhasilan ini bukan datang tiba-tiba. Selama bertahun-tahun, Pemerintah Kabupaten Ciamis konsisten menggerakkan mesin gotong royong dari tingkat birokrasi paling atas hingga pelosok desa. Hasilnya, pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan lahan inovasi. Sampah rumah tangga dikelola dari hulu, sementara potensi hilirnya diubah menjadi energi alternatif seperti briket, sejalan dengan arahan kebijakan nasional.

Mendagri Tito Karnavian, dalam sambutannya yang menghentak ruang penganugerahan, menegaskan bahwa kunci utama pengelolaan sampah adalah mengurangi volume yang sampai ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Ia menyoroti betapa pendekatan berbasis rumah tangga dan pengolahan kreatif adalah jalan keluar dari darurat sampah yang melanda banyak daerah di Indonesia.

"Metode yang paling utama adalah bagaimana kita mengurangi sampah untuk sampai ke TPA, yaitu yang berbasis hulu di rumah-rumah. Beberapa daerah banyak melakukan itu. Ada juga yang berbasis hilir, diolah menjadi tenaga listrik atau briket," tegasnya dengan nada optimis.

Lebih dari sekadar regulasi, Tito menyentil sebuah esensi mendasar: budaya. Ia mendorong para kepala daerah untuk tidak ragu menciptakan aturan tegas, namun juga menumbuhkan kembali rasa memiliki terhadap lingkungan. Menurutnya, kebersihan harus dimulai dari hal kecil dan lingkungan terdekat.

"Misalnya setelah apel, entah hari Jumat atau Senin, korve dulu di lingkungan masing-masing. Kalau itu diperintahkan kepada seluruh jajaran, mulai dari dinas, kecamatan, hingga desa untuk rutin bersih-bersih, lama-lama akan menjadi kebiasaan dan budaya yang memicu perubahan signifikan," ujarnya, seolah menggambarkan persis apa yang telah dilakukan oleh Ciamis selama ini.

Penghargaan ini bukanlah titik akhir, melainkan awal dari babak baru. Bagi Herdiat Sunarya dan seluruh masyarakat Ciamis, apresiasi dari kancah nasional ini adalah angin segar sekaligus tantangan untuk terus berinovasi. Lebih dari sekadar piala, ini adalah pengakuan bahwa filosofi "sabilulungan" (gotong royong) masih sangat relevan dalam menjawab tantangan zaman.

Dari panggung megah di Nusa Dua hingga ke sudut-sudut kampung di Ciamis, semangat itu kini bersambung. Karena pada akhirnya, lingkungan yang asri bukanlah hadiah, melainkan hasil dari kerja bersama yang tak pernah putus.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.