PSGC Ciamis Tundukkan Sumsel United 2-0, Stadion Galuh pun Bergemuruh

19 Sep 2026, 18.19 WIB
WhatsAppSaluran
PSGC Ciamis Tundukkan Sumsel United 2-0, Stadion Galuh pun Bergemuruh
Penyerang PSGC Ciamis Ezechiel N’Douassel atau King Eze menjadi penentu kemenangan Laskar Singacala setelah mencetak dua gol ke gawang Sumsel United dalam laga Liga 2 Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (19/9/2026).CameraInstagram: psgc_ciamis

Gentra.id-CIAMIS — Stadion Galuh Ciamis akhirnya memiliki alasan untuk kembali bergemuruh. Di hadapan pendukungnya sendiri, PSGC Ciamis mengamankan kemenangan perdana di kandang setelah menundukkan Sumsel United dengan skor 2-0 dalam lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship 2026/2027, Sabtu (19/9/2026).

Dua gol kemenangan Laskar Singacala lahir dari kaki penyerang berpengalaman Ezechiel N’Douassel. Pemain yang akrab dengan julukan King Eze itu mencetak brace sekaligus menjadi pembeda dalam pertandingan yang mempertemukan dua tim dengan ambisi meraih poin penuh tersebut.

Kemenangan itu terasa penting bagi PSGC. Sebelum pertandingan, tim asuhan Heri Kiswanto memang membawa pekerjaan rumah dari laga sebelumnya ketika harus kehilangan poin dalam pertandingan tandang di Bogor.

Karena itu, laga melawan Sumsel United bukan sekadar pertandingan kandang pertama PSGC di Stadion Galuh. Ada tuntutan untuk segera bangkit sekaligus memberikan jawaban kepada pendukung yang datang memenuhi tribun.

Sehari sebelum pertandingan, Heri Kiswanto sudah menegaskan bahwa anak asuhnya harus memanfaatkan status sebagai tuan rumah untuk meraih poin penuh. Evaluasi dilakukan terhadap sejumlah kekurangan pada pertandingan sebelumnya, terutama bagaimana menjaga keseimbangan antara agresivitas menyerang dan disiplin bertahan.

“Harus menyerang untuk menang, tetapi tidak boleh melupakan pertahanan,” kata Heri dalam konferensi pers sebelum pertandingan.

Pesan tersebut kemudian menemukan bentuknya di lapangan.

PSGC tampil dengan kepercayaan diri yang lebih besar. Dukungan suporter dari tribun menjadi energi tambahan ketika para pemain berusaha membuka ruang dan menekan pertahanan Sumsel United.

Di sisi lain, Sumsel United datang dengan kewaspadaan tinggi. Pelatih M Nasuha sebelumnya secara khusus menyoroti keberadaan Ezechiel N’Douassel sebagai salah satu ancaman terbesar PSGC.

King Eze memang menjadi nama yang diperhitungkan. Nasuha menyebut penyerang tersebut sebagai pemain berbahaya yang harus mendapat perhatian khusus dari lini belakang Sumsel United.

Namun, perhatian itu pada akhirnya belum cukup untuk menghentikan Eze.

Penyerang asal Chad tersebut justru mampu mencatatkan dua gol dalam pertandingan. Brace itu sekaligus menjawab kepercayaan yang diberikan PSGC kepadanya setelah sebelumnya ia menjadi salah satu pemain yang paling disorot menjelang laga.

Dua gol Eze membuat pertandingan berubah menjadi pesta bagi publik Tatar Galuh. Keunggulan tersebut juga menjadi modal bagi PSGC untuk menjaga kendali permainan hingga pertandingan berakhir.

Skor 2-0 bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

Bagi PSGC, kemenangan ini bukan hanya tentang tambahan tiga poin. Ada suasana berbeda yang tercipta di Stadion Galuh. Setelah pertandingan kandang pertama musim ini berakhir dengan kemenangan, para pendukung akhirnya mendapatkan momen untuk merayakan tim kesayangannya di hadapan mereka sendiri.

Sebelum laga, pemain PSGC Zikri Ferdiansyah sudah menyampaikan bahwa seluruh pemain berada dalam kondisi siap dan optimistis menghadapi Sumsel United. Ia juga berharap dukungan langsung suporter dapat menjadi bagian penting dari perjuangan tim.

Harapan itu terjawab dengan cara yang paling sederhana dalam sepak bola: kemenangan.

Dua gol King Eze menjadi penanda bahwa PSGC tidak ingin terlalu lama larut dalam hasil pertandingan sebelumnya. Stadion Galuh yang sempat menunggu kemenangan akhirnya mendapatkan jawabannya melalui penampilan striker berpengalaman tersebut.

Kemenangan 2-0 atas Sumsel United sekaligus menjadi pijakan bagi PSGC Ciamis untuk melanjutkan perjalanan di Liga 2 2026/2027. Jalan kompetisi masih panjang, tetapi sore itu, di tengah riuh tribun Stadion Galuh, Laskar Singacala memiliki satu alasan kuat untuk tersenyum: tiga poin akhirnya menjadi milik mereka.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH
Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.