Melanjutkan Langkah Memperkuat Ekosistem Ekonomi Tasikmalaya

Asep Saepulloh
Ketua Kadin Kota Tasik
31 Agu 2026, 04.55 WIB
WhatsAppSaluran
Melanjutkan Langkah Memperkuat Ekosistem Ekonomi Tasikmalaya
Pj. Ketua Kadin Kota Tasikmalaya Asep Saepulloh bersama Sandiaga Uno.Cameragentra.id/satria

Gentra.id-Membangun dunia usaha di sebuah daerah bukan pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat, karena pertumbuhan ekonomi membutuhkan proses, kesabaran, kolaborasi dan keberanian untuk terus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi begitu cepat.

Bagi saya, membangun ekonomi Kota Tasikmalaya bukan hanya tentang bagaimana meningkatkan jumlah pelaku usaha atau memperbesar nilai transaksi, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan ekosistem yang membuat pengusaha, UMKM, anak muda dan berbagai kelompok masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh.

Tasikmalaya memiliki modal yang besar untuk itu, kita memiliki pelaku UMKM yang kreatif, industri yang terus berkembang, potensi ekonomi kreatif yang kuat serta anak-anak muda yang memiliki energi dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, namun potensi tersebut harus diikuti dengan akses terhadap pengetahuan, jaringan, teknologi, pasar, investasi dan pendampingan yang berkelanjutan.

Karena itu, ketika mendapat amanah untuk memimpin KADIN Kota Tasikmalaya, saya melihat KADIN tidak cukup hanya menjadi organisasi yang berbicara tentang dunia usaha, tetapi harus hadir lebih dekat dengan para pelaku usaha dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang mereka hadapi.

Saya percaya bahwa organisasi pengusaha harus mampu menjadi ruang belajar sekaligus ruang bertumbuh, tempat pengusaha dapat bertemu dengan pengusaha lainnya, mendapatkan pengetahuan baru, membangun jaringan, menemukan peluang dan bahkan mendapatkan mentor yang dapat membantu mereka mengambil keputusan dalam menjalankan bisnis.

KADIN Tasikmalaya Growth Trip

Program ini kami desain bukan sekadar sebagai perjalanan, tetapi sebagai ruang untuk belajar dari pengalaman, berdiskusi mengenai persoalan bisnis, melakukan case sharing dan mendapatkan executive mentoring dari orang-orang yang memiliki pengalaman panjang di dunia usaha.

Kesempatan berdiskusi dan mendapatkan mentoring bersama Sandiaga Uno menjadi salah satu pengalaman penting dalam program tersebut, karena saya percaya bahwa pengalaman orang lain dapat menjadi pembelajaran berharga bagi pengusaha yang sedang membangun bisnisnya sendiri.

Setiap pengusaha memiliki persoalan yang berbeda, tetapi banyak persoalan tersebut memiliki pola yang serupa, sehingga mempertemukan pelaku usaha dengan pengalaman dan perspektif yang lebih luas dapat membantu mereka melihat bisnis dari sudut pandang yang berbeda.

Namun, pembelajaran tidak boleh hanya berhenti pada pertemuan atau kegiatan tertentu. Kita membutuhkan sistem yang membuat proses peningkatan kapasitas dapat berlangsung secara berkelanjutan, sehingga KADIN Tasik Training Center menjadi salah satu bagian penting dari upaya tersebut.

Saya melihat kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang kompeten akan semakin besar ke depan, terutama ketika dunia usaha memasuki era digital dan persaingan menjadi semakin terbuka.

Pelaku usaha harus terus belajar, sementara generasi muda juga harus dipersiapkan agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri.

KADIN Tasik Training Center diharapkan dapat menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan tersebut, sehingga pelatihan tidak hanya menghasilkan sertifikat, tetapi benar-benar meningkatkan kemampuan dan membuka peluang baru bagi masyarakat

Di sisi lain, kia tidak bisa berbicara tentang pertumbuhan ekonomi Tasikmalaya tanpa membicarakan UMKM yang merupakan bagian penting dari denyut ekonomi daerah, tetapi tantangan yang dihadapi pelaku UMKM hari ini semakin kompleks.

Persaingan tidak lagi hanya terjadi di pasar sekitar tempat usaha, tetapi juga di ruang digital yang memungkinkan produk dari berbagai daerah masuk ke pasar yang sama.

UMKM Masuk Ekosistem Digital

Digitalisasi bagi UMKM bukan sekadar memiliki akun media sosial atau membuka toko di marketplace, tetapi bagaimana pelaku usaha mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan produk, membangun merek, menjangkau konsumen yang lebih luas dan meningkatkan efisiensi dalam menjalankan bisnis.

Saya percaya bahwa banyak produk Tasikmalaya yang sebenarnya memiliki kualitas dan potensi pasar yang besar, persoalannya adalah bagaimana produk tersebut mendapatkan akses dan cara pemasaran yang tepat.

Teknologi memberikan peluang yang sangat besar untuk menjawab persoalan tersebut, hal yang sama juga berlaku bagi generasi muda.

Anak muda hari ini hidup dalam ekosistem ekonomi yang berbeda dengan generasi sebelumnya, mereka tumbuh bersama teknologi, media sosial dan berbagai platform digital yang tidak hanya menjadi ruang komunikasi, tetapi juga telah berubah menjadi ruang ekonomi.

Dari sinilah kami melihat pentingnya menghadirkan Festival Bisa Bootcamp Affiliator Tasikmalaya yang berkolaborasi langsung dengan TikTok Shop by Tokopedia. Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan peluang ekonomi digital kepada anak muda sekaligus membangun kemampuan mereka dalam membuat konten, memahami pemasaran dan memanfaatkan platform digital secara produktif.

Saya melihat peluang ini tidak boleh dianggap sebagai tren sesaat, ekonomi digital akan terus berkembang dan kita harus memastikan anak-anak muda Tasikmalaya tidak hanya menjadi penonton atau konsumen, tetapi juga menjadi pelaku yang mampu menghasilkan nilai ekonomi dari kreativitas dan kemampuan mereka.

Selain ekonomi digital, masa depan Tasikmalaya juga sangat erat dengan perkembangan ekonomi kreatif, kita memiliki banyak anak muda yang memiliki kemampuan di bidang desain, musik, fashion, kuliner, fotografi, videografi, konten digital dan berbagai bidang kreatif lainnya.

Ekonomi kreatif memiliki karakter yang berbeda dengan sektor ekonomi konvensional, karena kekuatan utamanya berada pada kreativitas, ide dan kemampuan manusia dalam menciptakan sesuatu yang memiliki nilai, Karena itu, pendekatan terhadap generasi muda juga harus berubah.

Kita perlu memberikan ruang bagi mereka untuk bereksperimen, membangun jejaring, mendapatkan mentor dan mempertemukan kreativitas dengan pasar. Saya percaya bahwa ketika kreativitas bertemu dengan ekosistem bisnis yang sehat, maka akan lahir peluang ekonomi baru.

Tasikmalaya tidak boleh hanya dikenal sebagai daerah yang memiliki produk unggulan, tetapi juga harus mampu dikenal sebagai daerah yang melahirkan pelaku usaha kreatif dan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global.

Tetapi membangun kapasitas dan memperkuat kemampuan pelaku usaha saja belum cukup, pada tahap berikutnya, kita harus memastikan bahwa pengusaha Tasikmalaya memiliki akses yang lebih luas terhadap investasi dan pasar.

Tepang Juragan Investment Forum

Saya melihat forum ini sebagai upaya untuk mempertemukan dunia usaha lokal dengan jaringan investasi yang lebih luas, sehingga pengusaha tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan pelatihan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengan calon investor dan mitra strategis

Dalam salah satu rangkaian Tepang Juragan Investment Forum, kami menghadirkan investor dari Qatar ke Tasikmalaya untuk bertemu dengan para pengusaha. Yang ingin kami bangun bukan hanya hubungan antara investor dengan pengusaha di Kota Tasikmalaya, tetapi juga memperluas jejaring tersebut hingga pengusaha di seluruh wilayah Priangan Timur.

Saya percaya bahwa kekuatan ekonomi tidak selalu harus dibatasi oleh batas administratif, Tasikmalaya memiliki posisi strategis sebagai salah satu bagian penting dari kawasan Priangan Timur, sehingga koneksi dunia usaha yang dibangun melalui KADIN juga harus mampu memberikan manfaat bagi kawasan secara lebih luas.

Ketika investor datang ke Tasikmalaya dan dapat bertemu langsung dengan para pengusaha dari berbagai wilayah Priangan Timur, maka semakin banyak potensi usaha yang dapat diperkenalkan dan semakin besar pula kemungkinan lahirnya kerja sama investasi baru.

Bagi saya, menghadirkan investor ke daerah jauh lebih bermakna ketika pertemuan tersebut dapat membuka pembicaraan mengenai kerja sama konkret, baik dalam bentuk investasi, pengembangan usaha, kemitraan maupun perluasan jaringan bisnis.

Karena itu, Tepang Juragan Investment Forum tidak boleh berhenti sebagai forum pertemuan, tetapi harus diarahkan menjadi bagian dari ekosistem investasi daerah yang berkelanjutan. Selain investasi, akses pasar internasional juga menjadi bagian penting dari agenda penguatan dunia usaha Tasikmalaya.

Kita memiliki banyak produk UMKM yang berpotensi untuk masuk ke pasar luar negeri, tetapi salah satu tantangan yang sering dihadapi adalah bagaimana mempertemukan produk tersebut dengan buyer yang tepat.

Karena itu, kami juga berupaya menghadirkan Atase Perdagangan Republik Indonesia di Malaysia serta buyer dari Malaysia ke Tasikmalaya. Tujuannya sederhana tetapi penting, yaitu mempertemukan secara langsung buyer dengan pelaku UMKM melalui business matching.

Saya percaya bahwa pelaku UMKM tidak cukup hanya diberi pemahaman mengenai peluang ekspor, tetapi harus dipertemukan langsung dengan pasar yang membutuhkan produk mereka.

Melalui business matching, pelaku UMKM dapat mengetahui secara lebih nyata kebutuhan buyer, mulai dari kualitas produk, desain, kemasan, kapasitas produksi, harga, kontinuitas pasokan hingga standar yang dibutuhkan untuk masuk ke pasar Malaysia

Pertemuan seperti ini juga memberikan pelajaran penting bagi pelaku usaha bahwa masuk ke pasar internasional membutuhkan kesiapan, produk yang bagus harus didukung kapasitas produksi yang memadai, kualitas yang konsisten, kemasan yang sesuai, administrasi yang baik serta kemampuan memenuhi permintaan dalam jangka panjang.

Karena itu, akses pasar dan peningkatan kapasitas harus berjalan beriringan, UMKM yang kita dorong masuk ke pasar internasional harus dipersiapkan agar mampu mempertahankan kualitas dan memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.

Saya membayangkan ke depan semakin banyak produk Tasikmalaya yang tidak hanya dikenal di pasar lokal dan nasional, tetapi juga mampu menembus pasar regional.

Kita memiliki potensi untuk itu, yang dibutuhkan adalah keberanian untuk membangun koneksi dan konsistensi untuk mempersiapkan pelaku usahanya, semua program tersebut pada akhirnya memiliki satu tujuan, yaitu membangun ekosistem usaha yang lebih kuat.

Saya menyadari bahwa pekerjaan ini masih jauh dari selesai, masih banyak UMKM yang membutuhkan pendampingan, masih banyak anak muda yang membutuhkan akses, masih banyak pelaku usaha yang membutuhkan jaringan, masih banyak investor yang perlu kita hubungkan dengan potensi daerah dan masih banyak produk lokal yang harus kita bawa menuju pasar yang lebih luas.

Karena itu, saya tidak melihat keberhasilan sebuah program hanya dari seberapa ramai kegiatan tersebut dilaksanakan, tetapi dari seberapa jauh dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat dan pelaku usaha, kita harus mulai membangun budaya yang berorientasi pada dampak.

Program harus memiliki keberlanjutan, pelatihan harus menghasilkan kompetensi, pendampingan harus menghasilkan perkembangan usaha, business matching harus menghasilkan transaksi atau kerja sama dan kolaborasi harus menghasilkan peluang baru.

Inilah Tantangan Terbesar KADIN ke Depan

KADIN harus mampu menjadi jembatan antara dunia usaha dengan pemerintah, antara pengusaha besar dengan UMKM, antara pelaku usaha dengan dunia pendidikan, antara UMKM dengan pasar digital, antara pengusaha dengan investor serta antara produk lokal dengan pasar internasional.

Kita membutuhkan lebih banyak kolaborasi daripada kompetisi yang tidak produktif, pengusaha tidak harus berjalan sendiri, UMKM tidak harus berjuang sendirian dan anak muda tidak harus mencari peluang tanpa dukungan ekosistem, kita memiliki pekerjaan besar untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Tasikmalaya dapat dirasakan lebih luas.

Saya percaya bahwa membangun ekonomi daerah bukan hanya tentang menciptakan perusahaan besar, tetapi juga tentang menciptakan sebanyak mungkin kesempatan agar masyarakat dapat menjadi lebih mandiri secara ekonomi, karena itu, apa yang sudah kita mulai harus terus diperkuat.

KADIN Tasikmalaya Growth Trip harus terus berkembang menjadi ruang belajar dan jejaring bisnis yang lebih luas, KADIN Tasik Training Center harus semakin relevan dengan kebutuhan industri, pendampingan digitalisasi UMKM harus diperluas, pengembangan ekonomi digital harus semakin dekat dengan anak muda, ekonomi kreatif harus diberikan ruang yang lebih besar untuk berkembang, Tepang Juragan Investment Forum harus terus diperkuat sebagai jembatan investasi dan business matching dengan pasar internasional harus semakin diperluas.

Menjaga apa yang sudah baik bukan berarti berhenti melakukan perubahan, sebaliknya, fondasi yang sudah dibangun harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh.

Saya percaya Tasikmalaya memiliki kemampuan untuk tumbuh lebih besar, bukan hanya sebagai pasar tetapi sebagai pusat lahirnya pengusaha, inovasi, investasi dan kreativitas baru, kita mungkin tidak dapat memprediksi secara pasti seperti apa dunia usaha lima atau sepuluh tahun ke depan, tetapi kita dapat mempersiapkan diri agar masyarakat dan pelaku usaha Tasikmalaya mampu menghadapi perubahan tersebut.

Tugas kita adalah memastikan tidak ada potensi yang terbuang dan tidak ada kesempatan yang hilang hanya karena kurangnya akses terhadap pengetahuan, jaringan, teknologi, investasi atau pasar.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan ekonomi bukan hanya angka pertumbuhan, tetapi juga berapa banyak usaha yang tumbuh, berapa banyak investasi yang masuk, berapa banyak produk yang menembus pasar baru, berapa banyak lapangan pekerjaan yang tercipta dan berapa banyak masyarakat yang mendapatkan kesempatan untuk tumbuh bersama

Saya ingin KADIN Kota Tasikmalaya terus menjadi bagian dari proses tersebut, menjadi rumah bagi dunia usaha, menjadi jembatan kolaborasi dan menjadi ruang untuk melahirkan gagasan-gagasan baru bagi masa depan ekonomi Tasikmalaya.

Dukung Gentra.id
Asep Saepulloh
Asep Saepulloh

Ketua Kadin Kota Tasik

Ia adalah Pj. Ketua KADIN Kota Tasikmalaya yang memiliki perhatian pada penguatan ekosistem dunia usaha, pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, digitalisasi, serta perluasan akses investasi dan pasar bagi pelaku usaha di Tasikmalaya dan Priangan Timur.

Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.